Ledakan Terjadi Karena Gas Dioplos dari Tabung 3 Kg ke 12 Kg
Sabtu, 31/07/2010 19:19 WIB
Jakarta
Ledakan gas yang marak terjadi akhir-akhir ini kerap kali disebabkan oleh aksi curang yang dilakukan pihak tertentu dengan mengoplos gas dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. Menurut anggota DPR dari Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy, ada 2 solusi yang bisa dilakukan.
"Distribusi dilaksanakan secara tertutup atau harganya disamakan antara tabung gas 3 kilogram dengan 12 kilogram," tutur Tjatur Edy dalam diskusi Polemik 'Nasib Konversi LPG' di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2010).
Dikatakan Tjatur, yang diharuskan berlabel SNI ada lima item, yakni kompor, regulator, selang, katup, dan tabung. Pelaksanaan di lapangan, lanjutnya, pengawasan terhadap aksesoris tidak bermutu sangat lemah.
"Kita minta distribusi dilakukan secara tertutup, hanya orang-orang yang betul-betul membutuhkan dan ada datanya yang mendapat," jelas dia.
Dengan demikian, pihak-pihak tak bertanggungjawab atau para pengoplos bisa ditepis. Tjatur juga mengusulkan, untuk memberi sanksi pidana bagi pihak-pihak yang tidak berhak tapi nekat membeli tabung 3 kilogram.
"Jika distribusi dilaksanakan secara tertutup, bagi orang yang mampu tapi ketahuan membeli tabung 3 kilogram yang subsidi, harus dipidana," terangnya.
Sedangkan, penyamaan harga gas 12 kilogram dengan 3 kilogram dinilai perlu melihat adanya disparitas harga yang menjadi penyebab utama gas dioplos. Banyak gas 3 kilogram yang dioplos ke tabung gas 12 kilogram. Ini jelas-jelas dilakukan karena harga tabung 12 kilogram yang lebih mahal daripada 3 kilogram.
"Jika harga tabung gas 3 kilogram yang dinaikkan, tentu akan menyusahkan masyarakat. Tapi jika
harga yang 12 kilogram disamakan dengan 3 kilogram, paling keuntungan Pertamina hanya berkurang 3,5 triliun saja," jelasnya.
Sementara itu, untuk menanggulangi persoalan ini Tjatur juga mengimbau pemerintah harus lebih tegas untuk mengendalikan produksi tabung gas maupun aksesorisnya.
"Pabrik-pabrik harus diaudit menyeluruh untuk mengetahui siapa saja agen-agen yang layak memproduksi," tuturnya.
Kemudian juga, Tjatur mengusulkan agar pemerintah mengangkat gugus tugas, minimal 1 RW ada 1 orang, untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada masyarakat tentang keamanan penggunaan kompor gas. Hal-hal tersebut diharap mampu menekan kasus ledakan gas di masyarakat.
(nvc/gah)
"Distribusi dilaksanakan secara tertutup atau harganya disamakan antara tabung gas 3 kilogram dengan 12 kilogram," tutur Tjatur Edy dalam diskusi Polemik 'Nasib Konversi LPG' di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2010).
Dikatakan Tjatur, yang diharuskan berlabel SNI ada lima item, yakni kompor, regulator, selang, katup, dan tabung. Pelaksanaan di lapangan, lanjutnya, pengawasan terhadap aksesoris tidak bermutu sangat lemah.
"Kita minta distribusi dilakukan secara tertutup, hanya orang-orang yang betul-betul membutuhkan dan ada datanya yang mendapat," jelas dia.
Dengan demikian, pihak-pihak tak bertanggungjawab atau para pengoplos bisa ditepis. Tjatur juga mengusulkan, untuk memberi sanksi pidana bagi pihak-pihak yang tidak berhak tapi nekat membeli tabung 3 kilogram.
"Jika distribusi dilaksanakan secara tertutup, bagi orang yang mampu tapi ketahuan membeli tabung 3 kilogram yang subsidi, harus dipidana," terangnya.
Sedangkan, penyamaan harga gas 12 kilogram dengan 3 kilogram dinilai perlu melihat adanya disparitas harga yang menjadi penyebab utama gas dioplos. Banyak gas 3 kilogram yang dioplos ke tabung gas 12 kilogram. Ini jelas-jelas dilakukan karena harga tabung 12 kilogram yang lebih mahal daripada 3 kilogram.
"Jika harga tabung gas 3 kilogram yang dinaikkan, tentu akan menyusahkan masyarakat. Tapi jika
harga yang 12 kilogram disamakan dengan 3 kilogram, paling keuntungan Pertamina hanya berkurang 3,5 triliun saja," jelasnya.
Sementara itu, untuk menanggulangi persoalan ini Tjatur juga mengimbau pemerintah harus lebih tegas untuk mengendalikan produksi tabung gas maupun aksesorisnya.
"Pabrik-pabrik harus diaudit menyeluruh untuk mengetahui siapa saja agen-agen yang layak memproduksi," tuturnya.
Kemudian juga, Tjatur mengusulkan agar pemerintah mengangkat gugus tugas, minimal 1 RW ada 1 orang, untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada masyarakat tentang keamanan penggunaan kompor gas. Hal-hal tersebut diharap mampu menekan kasus ledakan gas di masyarakat.
(nvc/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
