Kasus Ledakan Gas
YLKI: Masyarakat Layak Ajukan Class Action Terhadap Pemerintah
Sabtu, 31/07/2010 13:04 WIB
Jakarta
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesi (YLKI) menilai pemerintah layak untuk di-class action (gugatan publik) oleh masyarakat. Hal ini melihat pada semakin maraknya kasus ledakan gas yang menimpa masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Melihat kasusnya, pemerintah sudah sangat layak di-class action oleh masyarakat," ujar Ketua Pelaksana Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam diskusi Polemik 'Nasib Konversi LPG' di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2010).
Namun demikian, pengajuan gugatan publik atau class action tersebut harus dipertimbangkan secara matang. Karena menurut Tulus, dalam mengajukannya dibutuhkan keseriusan dan energi yang tidak sedikit.
"Harus dipertimbangkan secara tegas, di satu sisi sangat manis, baik, tapi di sisi lain butuh energi dari korban untuk melakukan class action karena YLKI paling banter hanya mendampingi," terangnya.
Dijelaskan dia, saat ini YLKI sendiri juga tengah mempersiapkan gugatan kepada pemerintah. Bisa jadi YLKI akan mengatasnamakan korban karena YLKI menganggap pemerintah terlalu lama dalam menangani kasus ini.
"Kami sedang memformulasikan, sedang mengidentifikasi sebuah rencana gugatan kepada negara, kepada pemerintah, bisa berupa class action dari korban maupun gugatan publik yang lain," terangnya.
"Class action harus dilakukan tapi harus lebih cerdas," tandasnya.
(nvc/gah)
"Melihat kasusnya, pemerintah sudah sangat layak di-class action oleh masyarakat," ujar Ketua Pelaksana Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam diskusi Polemik 'Nasib Konversi LPG' di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2010).
Namun demikian, pengajuan gugatan publik atau class action tersebut harus dipertimbangkan secara matang. Karena menurut Tulus, dalam mengajukannya dibutuhkan keseriusan dan energi yang tidak sedikit.
"Harus dipertimbangkan secara tegas, di satu sisi sangat manis, baik, tapi di sisi lain butuh energi dari korban untuk melakukan class action karena YLKI paling banter hanya mendampingi," terangnya.
Dijelaskan dia, saat ini YLKI sendiri juga tengah mempersiapkan gugatan kepada pemerintah. Bisa jadi YLKI akan mengatasnamakan korban karena YLKI menganggap pemerintah terlalu lama dalam menangani kasus ini.
"Kami sedang memformulasikan, sedang mengidentifikasi sebuah rencana gugatan kepada negara, kepada pemerintah, bisa berupa class action dari korban maupun gugatan publik yang lain," terangnya.
"Class action harus dilakukan tapi harus lebih cerdas," tandasnya.
(nvc/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
