detikcom
Jumat, 30/07/2010 09:34 WIB

Sail Banda 2010

Pasukan Gabungan Siap Habis-habisan Amankan Presiden

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Laurencius/detikcom
Ambon - Potensi ancaman keamanan terhadap presiden biasanya meningkat saat presiden menghadiri acara di ruang terbuka. Untuk hajatan nasional Sail Banda 2010, pasukan gabungan TNI-Polri menyatakan akan habis-habisan mengawal RI-1.

"Kita akan all out, habis-habisan," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta, usai menjadi inspektur apel di Pangkalan Utama TNI AL IX, Kota Ambon, Jumat (30/7/2010).

Sedikitnya seribu pasukan gabungan TNI-Polri hadir dalam apel yang dipimpin Pangdam Patimura Mayjen Hatta Syafrudin. Beberapa angkatan tempur dari TNI dan mobil penjinak bom dari Polri juga menghiasi barisan.

George mangatakan, pihaknya sudah mendapat prediksi-prediksi dari intelijen tentang kemungkinan yang terjadi.

"Semua harus siap, semua kemungkinan-kemungkinan harus teratasi," tegas dia.

Kepada para pasukan, George menginstruksikan langkah cepat dalam melakukan pengamanan. Beberapa alternatif pengamanan juga harus dilaksanakan dengan baik.

"Kita tentu juga berharap kedewasaan masyarakat Maluku. Tunjukkan bahwa Maluku aman," kata George yang juga putra Maluku tersebut.

Presiden SBY beserta rombongan rencananya akan tiba di Ambon pada 2 Agustus mendatang sore hari. Esok harinya, presiden akan menyampaikan pidato dalam puncak acara Sail Banda 2010 yang bertempat di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.

Presiden juga akan melakukan peninjauan ke KRI Dr Suharso SHS-990, USNS Mercy, dan mengelilingi display kapal-kapal peserta Sail Banda 2010 dengan menggunakan KRI Barracuda.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lrn/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
56%
Kontra
44%