SBY Minta Pejabat Kunjungan Kerja Tak Bebani Daerah dan Dubes
Kamis, 29/07/2010 15:38 WIB
Jakarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan agar pejabat yang melakukan kunjungan kerja ke daerah maupun ke luar negeri tidak meminta anggaran daerah maupun meminta anggaran kepada duta besar, tetapi menggunakan anggaran pribadi.
SBY mengaku menerima laporan dari para dubes dan kepala daerah yang mengatakan kunjungan-kunjungan pejabat negara yang menurut mereka tidak pas.
"Saya instruksikan kepada jajaran pemerintahan, jangan sampai tidak pas menyangkut perjalanan presiden ke luar negeri," kata SBY saat rapat paripurna kabinet di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2010).
Yang membedakan sekarang dan sebelumnya, kata dia, kewajiban Presiden untuk hadir dalam pertemuan puncak bertambah.
"Kalau dulu sekali Asean Summit sekali Apec. Sekarang menjadi lima, Asean dua kali summit termasuk East Asia Summit, kemudian Apec satu summit, G20 satu summit, bertambah tiga," ujar dia.
SBY mencontohkan dirinya tidak mungkin terlalu banyak ke luar negeri pada tahun ini. Ada 3 pertemuan puncak yang tidak dihadirinya yaitu
pertemuan puncak di Washington DC tentang nuclear security yang diwakilkan kepada Wapres Boediono. Pertemuan puncak G15 di Teheran yang diutus Menteri Perindustrian MS Hidayat dan pertemuan puncak di Nigeria yang dihadiri Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
"Jumlah kunjungan bilateral sangat kita susutkan, jumlah rombongan sejak 2005 dipangkas 15 persen. Kemudian anggaran-anggaran yang dulunya menggunakan anggaran negara padahal (acara) pribadi, saya hentikan," kata SBY.
Menurut dia, tidak boleh ada anggaran negara untuk pemakaian pribadi karena jumlahnya bisa sangat besar.
"Kemarin di Komisi II diangkat dikatakan kunjungan presiden ke daerah, rombongannya juga membebani daerah dari segi anggaran. Kunjungan presiden ke daerah sama sekali tidak menggunakan anggaran daerah, anggaran sendiri," papar dia.
Oleh karena itu, SBY berharap pejabat daerah juga menggunakan anggaran pribadi dan tidak membebani provinsi, kabupaten dan kota.
"Kita ke luar negeri jangan sekali-kali meminta anggaran duta besar. Duta besar memiliki anggaran untuk kegiatan yang sudah direncanakan,: kata SBY.
"Apa yang saya jalankan berlaku bagi Saudara dalam kunjungan ke daerah dan luar negeri. Dengan demikian tidak ada yang mengatasnamakan mungkin dibantu sejumlah biaya x tiba-tiba bisa membengkak x plus sekian, bisa terjadi," lanjut dia.
SBY mengajak para pejabat menjalankan administrasi dan akuntabilitas keuangan dengan sebaik-baiknya.
(aan/nrl)
SBY mengaku menerima laporan dari para dubes dan kepala daerah yang mengatakan kunjungan-kunjungan pejabat negara yang menurut mereka tidak pas.
"Saya instruksikan kepada jajaran pemerintahan, jangan sampai tidak pas menyangkut perjalanan presiden ke luar negeri," kata SBY saat rapat paripurna kabinet di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2010).
Yang membedakan sekarang dan sebelumnya, kata dia, kewajiban Presiden untuk hadir dalam pertemuan puncak bertambah.
"Kalau dulu sekali Asean Summit sekali Apec. Sekarang menjadi lima, Asean dua kali summit termasuk East Asia Summit, kemudian Apec satu summit, G20 satu summit, bertambah tiga," ujar dia.
SBY mencontohkan dirinya tidak mungkin terlalu banyak ke luar negeri pada tahun ini. Ada 3 pertemuan puncak yang tidak dihadirinya yaitu
pertemuan puncak di Washington DC tentang nuclear security yang diwakilkan kepada Wapres Boediono. Pertemuan puncak G15 di Teheran yang diutus Menteri Perindustrian MS Hidayat dan pertemuan puncak di Nigeria yang dihadiri Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
"Jumlah kunjungan bilateral sangat kita susutkan, jumlah rombongan sejak 2005 dipangkas 15 persen. Kemudian anggaran-anggaran yang dulunya menggunakan anggaran negara padahal (acara) pribadi, saya hentikan," kata SBY.
Menurut dia, tidak boleh ada anggaran negara untuk pemakaian pribadi karena jumlahnya bisa sangat besar.
"Kemarin di Komisi II diangkat dikatakan kunjungan presiden ke daerah, rombongannya juga membebani daerah dari segi anggaran. Kunjungan presiden ke daerah sama sekali tidak menggunakan anggaran daerah, anggaran sendiri," papar dia.
Oleh karena itu, SBY berharap pejabat daerah juga menggunakan anggaran pribadi dan tidak membebani provinsi, kabupaten dan kota.
"Kita ke luar negeri jangan sekali-kali meminta anggaran duta besar. Duta besar memiliki anggaran untuk kegiatan yang sudah direncanakan,: kata SBY.
"Apa yang saya jalankan berlaku bagi Saudara dalam kunjungan ke daerah dan luar negeri. Dengan demikian tidak ada yang mengatasnamakan mungkin dibantu sejumlah biaya x tiba-tiba bisa membengkak x plus sekian, bisa terjadi," lanjut dia.
SBY mengajak para pejabat menjalankan administrasi dan akuntabilitas keuangan dengan sebaik-baiknya.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
