detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 27/07/2010 20:39 WIB

MUI: Bank Sperma Haram, Bank ASI Boleh

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwa haram donor sperma dan bank sperma. Sementara, bank air susu ibu (ASI) diperbolehkan.

"Mendonorkan dan atau memperjualbelikan sperma hukumnya haram. Karena bertentangan dengan hukum Islam dan akan menimbulkan kekacauan asal usul dan identitas anak," kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Saleh saat jumpa pers di Hotel Twin Plaza, Jl S Parman, Jakarta Barat, Selasa (27/7/2010).

"Mendirikan bank sperma juga haram," tambah Niam.

Sementara untuk bank ASI, Niam mengatakan, hukumnya boleh dengan syarat lebih dulu dilakukan musyawarah antara orang tua bayi dan pemilik ASI.

"Sehingga disepakati tata cara dan biayanya. Bagi ibu yang mendonorkan ASI harus dalam keadaan sehat, tidak sedang hamil dan bank tersebut ada ketentuan untuk menegakkan syariat Islam," kata dia.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fay/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%