Selasa, 27/07/2010 20:39 WIB

MUI: Bank Sperma Haram, Bank ASI Boleh

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwa haram donor sperma dan bank sperma. Sementara, bank air susu ibu (ASI) diperbolehkan.

"Mendonorkan dan atau memperjualbelikan sperma hukumnya haram. Karena bertentangan dengan hukum Islam dan akan menimbulkan kekacauan asal usul dan identitas anak," kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Saleh saat jumpa pers di Hotel Twin Plaza, Jl S Parman, Jakarta Barat, Selasa (27/7/2010).

"Mendirikan bank sperma juga haram," tambah Niam.

Sementara untuk bank ASI, Niam mengatakan, hukumnya boleh dengan syarat lebih dulu dilakukan musyawarah antara orang tua bayi dan pemilik ASI.

"Sehingga disepakati tata cara dan biayanya. Bagi ibu yang mendonorkan ASI harus dalam keadaan sehat, tidak sedang hamil dan bank tersebut ada ketentuan untuk menegakkan syariat Islam," kata dia.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fay/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%