detikcom
Senin, 26/07/2010 18:14 WIB

Mentan: Perubahan Iklim Pengaruhi Ketahanan Pangan

Andri Haryanto - detikNews
Makassar - Mempertahankan target produksi padi dan jagung di lima tahun tahun ke depan kemungkinan sulit diwujudukan. Selain karena berkurangnya lahan subur, perubahan cuaca ekstrim menjadi kendala dalam pencapaian target produksi tersebut.

"Upaya mempertahankan ketahanan pangan 5 tahun ke depan tidak mudah, disamping terus menyusutnya lahan subur juga adanya perubahan iklim global yang berdampak pada tanah secara langsung maupun tidak langsung," kata Suswono dalam sambutannya di 'Pekan Serelia Nasional 2010' di Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Sereal, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (26/7/2010).

Menurutnya, komoditas padi dan jagung merupakan komoditas strategis yang
merupakan dua dari lima komoditas fokus utama pembangunan pertanian. Serealia lima tahun ke depan diarahkan untuk meningkatkan produksi guna mencapai target swasembada berkelanjutan.

"Guna menpertahankan swasembada padi dan jagung 5 tahun ke depan, produksi padi harus ditingkatkan rata-rata 3,22 persen setiap tahun," ujarnya.

Produksi padi di tahun 2009, imbuhnya, mencapai 63,84 juta ton per tahun. Target pemerintah di tahun 2014 diharapkan dapat mencapai 75,5 juta ton di 2014. Sedangkan produksi jagung tahun 2009 mencapai 17,66 juta ton ditargetkan 29,0 juta ton di tahun 2014.

"Tahun 2010 produksi padi dan jagung ditargetkan masing-masing mencapai 66,68 juta ton dan 19,8 juta ton,' kata Suswono.

Pencapaian tersebut, jelasnya, ditempuh dengan peningkatan produktifitas,
peningkatan luas areal tanam, pengamanan produksi, dan pembiayaan.

Berdasarkan data ARM II BPS, produksi padi tahun 2010 mencapai 65,15 juta ton atau naik 0,75 juta ton (1,17%) dibandingkan 2009. semenrara target pemerintah adalah 3,22 persen.

ARAM II BPS juga memperkirakan produksi jagung tahun 2010 mencapai 18.02 juta ton pipilan kering, atau meningkat 387 ribu ton (2,19 persen) dibanduing 2009.

"Peningkatan produksi jagung tersebut masih di bawah target sebesar 10,02
persen. Hal ini bisa dimengerti karean curah hujan yang masih terus berlangsung hingga saat ini sehingga penanaman jagung akan terkonsentrasi pada musim kemarau," ujar Suswono.


(ahy/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel