Rabu, 21/07/2010 16:29 WIB

Permukaan Tanah Turun 2,5 Cm Per Tahun, Jakarta Utara Terancam Tenggelam

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Permukaan tanah di kawasan Jakarta Utara (Jakut) terus mengalami penurunan. Setiap tahunnya, terjadi pendangkalan sepanjang 2,5 cm. Jika terus terjadi, bukan tidak mungkin wilayah tersebut akan terendam air.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, kondisi batuan yang sudah tua di Jakarta Utara menjadi penyebabnya. Selain itu, pengambilan air tanah yang berlebihan juga ikut mempengaruhi pendangkalan.

"Di Jakut pendangkalan terjadi sekitar 2,5 cm per tahun. Akan membuat tenggelam kalau terus-terusan diambil airnya. Apalagi banyak banyak bangunan di wilayah Jakut yang berakibat beban tanah menjadi berat," jelas peneliti geoteknologi LIPI, Robert Delinom, kepada detikcom, Rabu (21/7/2010).

Menurut Robert, ancaman pendangkalan tidak hanya terjadi di Jakut. Kawasan selatan Jakarta juga ada kemungkinan mengalami hal serupa.

"Contohnya di Jaksel, ada pendangkalan. Tapi karena batuannya lebih kuat dan padat, pendangkalan tidak akan terlalu parah," tambahnya.

Lalu solusinya bagaimana? Robert menjelaskan, perlu ada pembatasan dalam penggunaan air tanah di kawasan Jakarta Utara. Selain itu, jumlah bangunan yang membebani tanah juga perlu dikurangi.

"Pembangunan Jakut jangan terlalu banyak, itu menjadi beban. Apalagi kalau arsiteknya buruk," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri PU Djoko Kirmanto juga mengkhawatirkan penggunaan air tanah yang berlebihan. Hal ini akan membuat penurunan permukaan tanah di Jakarta dan menimbulkan kerawanan banjir.

"Lama kelamaan air asin akan masuk dan lingkungan kita rusak. Perlu kerja sama dan keterpaduan semua pihak untuk mengatasinya," tegas Djoko dalam sebuah acara diskusi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%