Detik.com News
Detik.com
Jumat, 16/07/2010 09:35 WIB

Belasan Pamen Polisi Resmi Jadi Jenderal

Moksa Hutasoit - detikNews
Belasan Pamen Polisi Resmi Jadi Jenderal
Jakarta - Mabes Polri menggelar acara kenaikan pangkat di kalangan perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (Pati). Belasan pamen Polri resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal atau bintang 1.

"Itu acara kenaikan pangkat bintang 2 (inspektur jenderal) itu ada 3 orang bintang 1 (brigadir jenderal) ada 13," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang kepada wartawan usai acara kenaikan pangkat di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (16/7/2010).

Selain menerima kenaikan pangkat, kata Edward, para jenderal tersebut juga mendapat jabatan baru di berbagai pos Polri. Sayangnya, Edward tidak merinci siapa-siapa saja yang mendapat kenaikan pangkat tersebut.

"Ada dari Dankobrimob, pejabat di luar Mabes, Lantas, pejabat BNN, pejabat internal Mabes Polri sendiri. Mereka dapat pangkat maka tadi lapor ke Kapolri," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) yang berisi mutasi dari beberapa jenderal dan puluhan pamen Polri. Mutasi ini dikeluarkan karena beberapa pejabat Polri memasuki masa pensiun.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ape/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%