detikcom
Kamis, 15/07/2010 10:51 WIB

Demo Pengacara Ricuh

MA Laporkan KAI ke Polri foto

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) akan melaporkan Kongres Advokat Indonesia (KAI) menyusul pengrusakan saat demo pengacara ke Mabes Polri. Pimpinan MA juga melaporkan fitnah dugaan menerima suap.

"Atas kejadian itu, kami akan membuat laporan ke Mabes Polri. Untuk pasal aduannya, kami masih koordinasi. Siang inilah, habis makan siang," kata Kabiro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dalam jumpa pers di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2010).

MA sudah mengumpulkan bukti-bukti tentang pengrusakan, fitnah dan penghinaan.

"Penghinaannya foto ketua MA diturunkan dan diinjak-injak. Ini sudah masuk ranah hukum dan kami akan tindaklanjuti Untuk fitnah dan penghinaan, personal. Tetapi, kalau demo pengrusakan anarkis yaitu KAI," kata Nurhadi.

Dikatakan dia, fitnah itu disampaikan salah seorang dari perwakilan KAI yang menuduh ada pimpinan MA menerima suap dari Peradi sebesar Rp 1 miliar. Fitnah dilontarkan saat demo dan saat bertemu dengan MA.

"Kita punya bukti record-nya," ujar Nurhadi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%