Minggu, 11/07/2010 06:09 WIB

Tawuran Antar Kampung, Puluhan Rumah Warga Cirebon Rusak

Reno Nugraha - detikNews
Cirebon - Aksi tawuran antar Kampung Cangkol dengan Kampung Kesunean di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Minggu (11/07/2010) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB kembali terjadi. Kelompok pemuda asal kampung Cangkol menyerang pemukiman di kampung Kesunean.

Akibat aksi tawuran ini Puluhan rumah warga rusak, sementara dilaporkan sejumlah warga terluka akibat lemparan batu dan sabetan benda tajam. Polisi dari Polres Kota Cirebon sempat kewalahan melerai aksi tawuran tersebut karena banyaknya massa.

Belum diketahui pemicu aksi tawuran tersebut. Namun menurut warga aksi tersebut terjadi hampir di setiap malam minggu. Padahal kedua kampung bertikai tersebut sudah didamaikan pemerintah dan aparat keamanan setempat.

"Kita sudah bosen, hampir setiap malam minggu selalu terjadi tawuran. Perdamaian kemarin hanya simbol tapi warga tetap bertikai dan saling serang," ujar Agus, warga setempat yang ditemui detikcom, Minggu (11/07/2010).

Hingga pagi ini Polisi masih melakukan sweeping terhadap para pelaku tawuran dan mengantisipasi terjadinya serangan balasan. Kedua kampung yang bertikai hanya dibatasi sebuah sungai kecil dan dihubungkan dengan jembatan. Warga pun terpaksa mengungsi akibat aksi tawuran tersebut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%