detikcom
Rabu, 07/07/2010 12:47 WIB

Din Syamsuddin Kembali Jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah 2010-2015 foto

Lia Harahap - detikNews
Din Syamsuddin (dok detikcom)
Yogyakarta - Setelah 2 jam rapat berjalan alot, akhirnya 13 anggota tim formatur menghasilkan satu keputusan bersama. Hasil rapat tersebut menyatakan Din Syamsudin dengan perolehan terbanyak 1.915 suara, kembali menjadi orang nomor satu untuk memimpin PP Muhammadiyah periode 2010-2015.

"Setelah kita mengadakan rapatan dan rapat berjalan dengan alot serta terjadi tarik menarik, secara aklamasi dari 13 nama Ketua PP, akhirnya menyetujui Din Syamsuddin yang kebetulan pada pemilihan kemarin mendapatkan suara terbanyak untuk menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2010-2015," kata Ketua Panitia Pemilihan, Rosyad Saleh.

Hal itu dia sampaikan dalam rapat pleno yang dihadiri lebih kurang 2.300 orang peserta muktamar PP Muhammadiyah, di Gedung Sportorium, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jl Ringroad, Taman Tirta Bantul Yogyakarta, Rabu (7/8/2010).

Rosyad mengatakan, meskipun suasana rapat sedikit tegang, tapi tetap saja berlangsung hikmat, sejuk dan penuh persaudaraan.

"Masing-masing dari yang 13 itu memberikan tausiyah dalam rapat tadi dari hati ke hati. Yang mana tentunya tausiah itu untuk memberikan masukan terhadap Ketua Umum Muhammadiyah ke depan, sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi," ujar Rosyad.

Pernyataan Rosyad itu, kemudian disambut gemuruh tepuk tangan dari para peserta muktamar. Dan saat Rosyad melemparkan hasil rapat itu kepada forum untuk dimintai kesetujuannya, seluruh peserta dengan semangat mengatakan setuju.

"Kami setuju," kata mereka serentak, yang kemudian dilanjutkan pengetokan palu oleh Rosyad, sebagai tanda sah terpilihnya Din Syamsuddin kembali.

Selain Din, dalam rapat tersebut juga memustuskan Agung Danarta yang merupakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta sebagai sekretaris umum PP Muhammadiyah untuk 5 tahun ke depan.

"Kita juga telah meminta kesetujuan dari keduannya dan Alhamdulillah dua-duanya bersedia untuk mengemban tugas dan siap menjadi nahkoda PP Muhammadiyah untuk periode 2010-2015," jelas pria berkacamata ini.

Usai rapat pleno, Din langsung diserbu ratusan pendukung. Hal ini membuat sebagian wartawan kesusahan untuk mendapatkan komentar Din yang kembali menjadi orang nomor satu di Muhammadiyah.

Untuk jabatan 11 nama lainnya rencanya akan disusun segera, setelah disahkannya Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini ke depan. Dan rencananya untuk nanti malam, langsung diadakan serah terima jabatan antara PP Muhammadiyah periode 2005-2010 ke PP Muhammdiyah 2010-2015.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lia/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%