Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 03/07/2010 15:34 WIB

Polisi Amankan Terduga Teroris di Cakung

Chazizah Gusnita - detikNews
Polisi Amankan Terduga Teroris di Cakung Ilustrasi
Jakarta - Densus 88 masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan Abdullah Sunata. Densus 88 pun kembali menangkap seseorang yang dicurigai masuk dalam jaringan Abdullah Sunata di Cakung.

"Masih pengembangan. Kalau orang ini belum tentu ditangkap. Kalau nggak ada keterkaitannya kita lepas," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/7/2010).

Ito pun enggan menjelaskan berapa orang yang ditangkap Densus 88. "Ya belum. belum nanti. Terkait pengungkapan jaringan Abdullah Sunata, Densus terus melakukan pengembangan terhadap beberapa orang yang dicurigai," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cakung Kompol Yudi Sulistianto mengatakan, masih akan mengecek kebenaran penggerebekan Densus 88 tersebut di wilayahnya. "Belum ada laporan. Nanti saya cek lagi," jelasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%