33 Anak Diperkosa Akibat Video Ariel, Tumbuh Kembang Anak Terancam
Jumat, 25/06/2010 15:06 WIB
Jakarta
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan 33 anak diperkosa lantaran terpengaruh video porno Ariel. UU yang ada dinilai belum cukup melindungi tumbuh kembang anak-anak.
Komisioner Komnas Perempuan Sri Nur Herawati mengatakan kebanyakan undang-undang, jarang memasukan anak-anak sebagai obyek yang patut dilindungi. Akibatnya, anak-anak rentan menjadi korban.
"Tidak ada aturan yang melindungi mereka dari hal-hal yang sebenarnya mempengaruhi tumbuh kembangnya anak," kata Sri saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (25/6/2010).
Dia menjelaskan, sudah ada UU Pornografi. Tapi UU ini tidak secara tegas mengatur distribusi pornografi agar anak-anak tidak terpengaruh, mendengar, atau melihat hal-hal yang berbau porno.
"Negara juga tidak memberikan kekebalan atau pengetahuan anak tentang hak reproduksi," imbuhnya.
Akibatnya, menurut Sri, informasi tentang pornografi secara bebas diterima oleh publik termasuk anak-anak. Misalnya soal kasus video porno yang diduga dilakukan oleh Ariel dkk.
"Karena umur mereka tidak matang, sehingga menyebabkan anak-anak mencontoh Ariel, karena yang mereka lihat adalah tokoh idola," jelasnya.
Ke depan, Sri berharap agar ada aturan yang efektif. Artinya, kalau ada kasus pemerkosaan yang dilakukan terhadap anak di bawah umur, bukan pornografinya yang dijadikan sebagai kambing hitam.
"Tapi bagaimana agar aturan yang dibuat bisa melindungi anak-anak agar tidak terganggu," paparnya.
(anw/fay)
Komisioner Komnas Perempuan Sri Nur Herawati mengatakan kebanyakan undang-undang, jarang memasukan anak-anak sebagai obyek yang patut dilindungi. Akibatnya, anak-anak rentan menjadi korban.
"Tidak ada aturan yang melindungi mereka dari hal-hal yang sebenarnya mempengaruhi tumbuh kembangnya anak," kata Sri saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (25/6/2010).
Dia menjelaskan, sudah ada UU Pornografi. Tapi UU ini tidak secara tegas mengatur distribusi pornografi agar anak-anak tidak terpengaruh, mendengar, atau melihat hal-hal yang berbau porno.
"Negara juga tidak memberikan kekebalan atau pengetahuan anak tentang hak reproduksi," imbuhnya.
Akibatnya, menurut Sri, informasi tentang pornografi secara bebas diterima oleh publik termasuk anak-anak. Misalnya soal kasus video porno yang diduga dilakukan oleh Ariel dkk.
"Karena umur mereka tidak matang, sehingga menyebabkan anak-anak mencontoh Ariel, karena yang mereka lihat adalah tokoh idola," jelasnya.
Ke depan, Sri berharap agar ada aturan yang efektif. Artinya, kalau ada kasus pemerkosaan yang dilakukan terhadap anak di bawah umur, bukan pornografinya yang dijadikan sebagai kambing hitam.
"Tapi bagaimana agar aturan yang dibuat bisa melindungi anak-anak agar tidak terganggu," paparnya.
(anw/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
