detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 22/06/2010 15:53 WIB

Jelang 1 Abad Muhammadiyah

PP Muhammadiyah Bantah Hubungan dengan Pemerintah Renggang

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Muktamar ke-46 dan peringatan 1 Abad Muhammadiyah akan digelar di Kota Yogyakarta, tanggal 3-8 Juli 2010. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan hadir dalam pembukaan muktamar. Namun, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membantah hubungan dengan pemerintah mengalami kerenggangan.

Ketidakhadiran Presiden SBY saat pembukaan muktamar karena ada acara bersamaan ke luar negeri.

"Presiden SBY memang tidak hadir secara fisik, tapi akan membuka melalui teleconference. Mulai tanggal 24 Juni beliau ada lawatan ke luar negeri," kata salah satu Ketua PP Muhammadiyah Ir H Dasron Hamid, MSc kepada wartawan di kantor Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Selasa (22/6/2010).

Menurut Dasron, presiden mulai tanggal 24 Juni hingga awal Juli berada di luar negeri untuk mengadakan sejumlah kunjungan kenegaraan. Pertama, menghadiri acara KTT G 20 di Toronto, Kanada. Setelah itu akan mengadakan sejumlah kunjungan di negara Timur Tengah dan Turki.

Saat pembukaan muktamar lanjut Dasron, presiden dan rombongan sedang menjalankan umroh. Beliau akan mengikuti acara pembukaan setelah menjalankan salat subuh di Masjid Nabawi, Madinah sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Acara pembukaan di Mandala Krida tanggal 3 Juli pukul 10.00 pagi.

"Beliau dari sana akan terus mengikuti acara tersebut," ungkapnya.

Dasron menjelaskan Presiden sebenarnya ingin menghadiri acara pembukaan, namun karena bersamaan jadwal kenegaraan kemudian ada dua pilihan yang diberikan. Pertama Presiden akan memberikan ceramah di hadapan peserta muktamar setelah acara pembukaan. Kedua, Presiden akan membuka melalui teleconference.

"PP akhirnya memilih dibuka melalui teleconference dari Madinah," tegas Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.

Jadwal dan agenda muktamar juga telah disusun panitia sejak lama. Selain itu, PP Muhammadiyah juga menghendaki agar muktamar tetap dibuka oleh Presiden. Sedangkan acara penutupan akan ditutup oleh Wakil Presiden Boediono.

"Kehadiran Presiden untuk membuka itu karena mengikuti tatakrama kita untuk menghormati seorang kepala negara dan tidak ada hal-hal yang lain. Saat ini persiapan kita sudah 99 persen selesai. Waktu 10 hari tinggal menyelesaikan yang kurang-kurang saja," pungkas dia.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bgs/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%