Selasa, 22/06/2010 15:53 WIB

Jelang 1 Abad Muhammadiyah

PP Muhammadiyah Bantah Hubungan dengan Pemerintah Renggang

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Muktamar ke-46 dan peringatan 1 Abad Muhammadiyah akan digelar di Kota Yogyakarta, tanggal 3-8 Juli 2010. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan hadir dalam pembukaan muktamar. Namun, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membantah hubungan dengan pemerintah mengalami kerenggangan.

Ketidakhadiran Presiden SBY saat pembukaan muktamar karena ada acara bersamaan ke luar negeri.

"Presiden SBY memang tidak hadir secara fisik, tapi akan membuka melalui teleconference. Mulai tanggal 24 Juni beliau ada lawatan ke luar negeri," kata salah satu Ketua PP Muhammadiyah Ir H Dasron Hamid, MSc kepada wartawan di kantor Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Selasa (22/6/2010).

Menurut Dasron, presiden mulai tanggal 24 Juni hingga awal Juli berada di luar negeri untuk mengadakan sejumlah kunjungan kenegaraan. Pertama, menghadiri acara KTT G 20 di Toronto, Kanada. Setelah itu akan mengadakan sejumlah kunjungan di negara Timur Tengah dan Turki.

Saat pembukaan muktamar lanjut Dasron, presiden dan rombongan sedang menjalankan umroh. Beliau akan mengikuti acara pembukaan setelah menjalankan salat subuh di Masjid Nabawi, Madinah sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Acara pembukaan di Mandala Krida tanggal 3 Juli pukul 10.00 pagi.

"Beliau dari sana akan terus mengikuti acara tersebut," ungkapnya.

Dasron menjelaskan Presiden sebenarnya ingin menghadiri acara pembukaan, namun karena bersamaan jadwal kenegaraan kemudian ada dua pilihan yang diberikan. Pertama Presiden akan memberikan ceramah di hadapan peserta muktamar setelah acara pembukaan. Kedua, Presiden akan membuka melalui teleconference.

"PP akhirnya memilih dibuka melalui teleconference dari Madinah," tegas Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.

Jadwal dan agenda muktamar juga telah disusun panitia sejak lama. Selain itu, PP Muhammadiyah juga menghendaki agar muktamar tetap dibuka oleh Presiden. Sedangkan acara penutupan akan ditutup oleh Wakil Presiden Boediono.

"Kehadiran Presiden untuk membuka itu karena mengikuti tatakrama kita untuk menghormati seorang kepala negara dan tidak ada hal-hal yang lain. Saat ini persiapan kita sudah 99 persen selesai. Waktu 10 hari tinggal menyelesaikan yang kurang-kurang saja," pungkas dia.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%