Detik.com News
Detik.com
Minggu, 20/06/2010 00:20 WIB

88 Orang Tewas dan 48 Hilang dalam Bencana Banjir di China

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Shanghai - Banjir dan tanah longsor yang terjadi di bagian selatan China telah menewaskan sedikitnya 88 orang. Tidak hanya itu, 48 orang juga dilaporkan hilang dalam waktu satu minggu.

Seperti dilansir Reuters dari kantor berita Xinhua, Sabtu (19/6/2010), hujan deras memicu banjir bandang, merendam tanaman, mengganggu lalu lintas dan telekomunikasi. Kementerian Urusan Sipil China mengatakan banjir memaksa pengevakuasian 757.000 orang.

Departemen Bantuan Bencana meningkatkan tingkat tanggap darurat setelah banjir mengahantam China. Otoritas juga memperkirakan hujan yang lebih lebat akan turun dalam beberapa hari mendatang.

Banjir terburuk dialami provinsi Fujian, Jiangxi, Hunan, Guangdong, Sichuan dan Guizhou, serta daerah otonom Guangxi. Kerugian ekonomi dari bencana banjir ini adalah US$ 1,47 miliar.

Banjir ini cukup mengherankan. Sebab, hanya beberapa bulan lalu, bagian barat daya China menderita kekeringan terburuk dalam satu abad terakhir.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%