Minggu, 20/06/2010 00:20 WIB

88 Orang Tewas dan 48 Hilang dalam Bencana Banjir di China

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Shanghai - Banjir dan tanah longsor yang terjadi di bagian selatan China telah menewaskan sedikitnya 88 orang. Tidak hanya itu, 48 orang juga dilaporkan hilang dalam waktu satu minggu.

Seperti dilansir Reuters dari kantor berita Xinhua, Sabtu (19/6/2010), hujan deras memicu banjir bandang, merendam tanaman, mengganggu lalu lintas dan telekomunikasi. Kementerian Urusan Sipil China mengatakan banjir memaksa pengevakuasian 757.000 orang.

Departemen Bantuan Bencana meningkatkan tingkat tanggap darurat setelah banjir mengahantam China. Otoritas juga memperkirakan hujan yang lebih lebat akan turun dalam beberapa hari mendatang.

Banjir terburuk dialami provinsi Fujian, Jiangxi, Hunan, Guangdong, Sichuan dan Guizhou, serta daerah otonom Guangxi. Kerugian ekonomi dari bencana banjir ini adalah US$ 1,47 miliar.

Banjir ini cukup mengherankan. Sebab, hanya beberapa bulan lalu, bagian barat daya China menderita kekeringan terburuk dalam satu abad terakhir.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%