Jumat, 18/06/2010 19:07 WIB

Polri Ajukan Calon Kapolri Baru ke SBY, Kompolnas Merasa Dilancangi

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) merasa dilancangi Mabes Polri yang mengirim usulan daftar nama bakal calon Kapolri tanpa melalui rekomendasinya. Tetapi belum ada rumusan langkah tegas apa yang hendak diambil menindaklanjuti kelancangan tersebut.

"Untuk tindak lanjutnya kami akan membahasnya di internal terlebih dahulu," kata Sekretaris Kompolnas Adnan Pandu Praja dalam diskusi 'Pergantian Kapolri dan Reformasi Polri' di Kantor Imparsial, Jl Slamet Riadi, Jakarta, Jumat (18/6/2010).

Secara implisit, dia mengakui bahwa Kompolnas tersinggung terhadap langkah Kapolri Bambang Hendarso Danuri yang hanya mengirimkan tembusan surat usulan bakal calon kapolri baru. Seharusnya jauh sebelum surat usulan tersebut disampaikan ke Presiden SBY, ada tahap konsultasi dari Mabes Polri kepada Kompolnas.

Tahapan konsultasi itu merupakan kesempatan bagi Kompolnas untuk melakukan semacam uji kepatutan, memeriksa rekam jejak dan meneliti kemungkinan adanya praktek kroni terhadap bakal calon kapolri baru. Sebab bukan rahasia bahwa promosi pejabat lebih banyak berbau utang budi dan ewuh pakewuh dibandingkan berdasar kualitas personal secara obyektif.

"Dengan demikian mereka (Mabes Polri) jelas ingin jalan sendiri, Kompolnas diabaikan. Seharusnya sebelum ke Presiden, kami diajak berembug. Pemilihan kapolres pun seharusnya Kompolnas ajak rembug, tapi selama ini kami tidak dilibatkan," ujar Adnan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(lh/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%