Jumat, 18/06/2010 05:19 WIB
Putin Banggakan Jet Tempur Baru Rusia, Bisa Kalahkan F-22 Milik AS
Vladimir Putin (topnews)
Putin menyaksikan secara langsung uji terbang pesawat tempur yang dijuluki T-50 itu Kamis, (17/6), kemarin. Pesawat ini telah diuji coba pertama kali selama 45 menit pada akhir Januari lalu.
"Mesin jet tempur ini lebih unggul dibanding pesaing utama kami, F-22, dalam hal manuver, persenjataan dan jangkauan," ujar Putin seperti dikutip dari reuters, Jumat (18/6/2010).
Sukses pembuatan T-50 ini, yang diproduksi oleh Sukhoi, sangat penting bagi Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet tahun 1991. Apalagi kalau bukan untuk menunjukkan kemajuan teknologi militer Rusia kepada AS, yang merupakan pesaing utama mereka.
F-22 Raptor adalah jet tempur siluman milik AS yang terbang pertama pada tahun 1997. Pesawat tempur generasi kelima ini memiliki sistem pengendalian senjata serta mampu menjelajah dengan kecepatan supersonik.
Sementara, kata sang pilot kepada Putin, kontrol jet T-50 dimungkinkan untuk dilakukan tanpa meletakkan tangan di joystick. Ini sangat berguna bila pesawat berada dalam kondisi gaya gravitasi sangat tinggi.
Putin meminta jet tempur F-50 harus siap digunakan pada 2015. Ia berencana melakukan join dengan India untuk memproduksi pesawat ini.
Meskipun lebih canggih dari Raptor, menurut Putin biaya pembuatan T-50 tiga kali lebih kecil. T-50 juga mampu beroperasi lebih lama yakni antara 30 hingga 35 tahun.
"Aku tahu, aku sudah terbang," ucap Putin.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(irw/her)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Rieke: BBM Naik, Upah Buruh Juga Harus Naik 30 Persen
1,461 share this. -
Polisi Amankan 30 Pendemo Anarkis di Medan
776 share this. -
Pengacara Australia Belajar Islam di Indonesia
740 share this. -
Membangkang dari Koalisi, PKS Seharusnya Malu dan Tarik Tifatul Cs
728 share this. -
PKS Tolak Kenaikan BBM, PD: SBY Mestinya Copot Tifatul Cs
714 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 18/06/2013 13:58 WIB
Demo Tolak Harga BBM Naik Masih Muncul di DPR
-
Selasa, 18/06/2013 13:56 WIB
PKS Terbelah
Jawab Tudingan Tifatul, Fahri: PKS Sudah Ambil Keputusan
-
Selasa, 18/06/2013 13:51 WIB
Rumah Terbakar di Cengkareng, 1 Orang Tewas
-
Selasa, 18/06/2013 13:48 WIB
Penerus Mega di PDIP
Jokowi Bisa Jadi Penerus Tahta Mega di PDIP?
-
Selasa, 18/06/2013 13:45 WIB
Card Reader untuk KPS 'Balsem' Tersedia Sebelum 30 Juni
-
Selasa, 18/06/2013 12:56 WIB
Ini 5 Modus Pencurian Bagasi di Bandara yang Terkuak
-
Selasa, 18/06/2013 13:25 WIB
Agung Laksono 'Interogasi' Jokowi Kenapa Tolak Balsem
-
Selasa, 18/06/2013 13:30 WIB
Dahlan Iskan Bicara Soal Koper Penumpang yang Diacak-acak di Bandara
-
Selasa, 18/06/2013 13:28 WIB
Kisah Awak Kabin Pesawat yang Kecolongan Barang 'Sky Shop'
-
Selasa, 18/06/2013 12:31 WIB
Bila Terpaksa Masuk Bagasi Pesawat, Wrapping Tas Anda!
-
Selasa, 18/06/2013 13:01 WIB
Siasat Haji Darip Hindari Eksekusi Mati Jepang
-
Selasa, 18/06/2013 12:23 WIB
Prananda Prabowo: Biarlah Waktu yang Berbicara
-
Selasa, 18/06/2013 13:12 WIB
Siapa Pewaris Tahta Mega di PDIP, Puan Atau Prananda?
-
523 Komentar
-
426 Komentar
-
365 Komentar
-
280 Komentar
-
220 Komentar
-
213 Komentar
-
206 Komentar
-
194 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 10:57 WIB
Silat Cingkrik dari Kampung Si Pitung
-
Selasa, 18/06/2013 10:56 WIB
Suara Penumpang: Penguasa Bandara, Tolong Tindak Pencoleng Tas di Bagasi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)





_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

