detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 15/06/2010 08:47 WIB

Penembakan di Puncak Jaya, Anggota Brimob Asal Bogor Tewas

Erwin - detikNews
Jayapura - Penembak misterius (petrus) kembali beraksi di Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua. Kali ini, penembakan tersebut menewaskan salah satu anggota Brimob yang di-BKO-kan dari Bogor.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wachyono saat di konfirmasi detikcom, Selasa (15/6/2010) pagi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Wachyono, penembakan ini terjadi pada hari Senin (14/6/2010), namun belum dapat dipastikan waktu dan TKP penembakan anggota Brimob tersebut. Namun nama korban telah diketahui yaitu anggota Sat Por II Kedung Halang Bogor, Briptu Agus Suhendra.

"Jadi memang benar ada penembakan yang menewaskan 1 anggota Brimob BKO dari Bogor tapi kami belum bisa beri data lengkap. Sebab Kapolres Puncak Jaya sampai saat ini belum bisa kami hubungi," kata Wachyono.

Kendati begitu, Wachyono mengatakan menurut laporan sementara pada hari ini juga akan dilakukan evakuasi jenazah TKP menuju ke ibukota Kabupaten Puncak Jaya. Jenazah tersebut selanjutnya akan dievakuasi ke Jayapura guna dipulangkan ke kampung halaman.

Ditembak dari Jarak 3,5 Meter

Wachyono menambahkan, Briptu Agus Suhendra tewas tertembak oleh penembak misterius (petrus) dari jarak 3,5 meter. Korban tewas tertembak saat hendak berpatroli di Kampung Yambi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

"Jadi korban meninggal saat berpatroli. Dan tertembak dari jarak yang cukup dekat yakni kurang lebih 3,5 meter," jelas dia.

Menurut Wachyono, korban mengalami luka tembak di bagian rahang kanan atas, yang tembus ke rahang kiri di bawah telinga. Saat dievakuasi menuju RS Mulia, dalam perjalanan korban meninggal Dunia.

Wachyono mengatakan saat ini pihaknya mengamankan serta melakukan olah TKP dan mengejar pelaku penembakan. Sementara identitas pelaku masih dalam penyelidikan.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(anw/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%