detikcom
Selasa, 15/06/2010 08:47 WIB

Penembakan di Puncak Jaya, Anggota Brimob Asal Bogor Tewas

Erwin - detikNews
Jayapura - Penembak misterius (petrus) kembali beraksi di Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua. Kali ini, penembakan tersebut menewaskan salah satu anggota Brimob yang di-BKO-kan dari Bogor.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wachyono saat di konfirmasi detikcom, Selasa (15/6/2010) pagi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Wachyono, penembakan ini terjadi pada hari Senin (14/6/2010), namun belum dapat dipastikan waktu dan TKP penembakan anggota Brimob tersebut. Namun nama korban telah diketahui yaitu anggota Sat Por II Kedung Halang Bogor, Briptu Agus Suhendra.

"Jadi memang benar ada penembakan yang menewaskan 1 anggota Brimob BKO dari Bogor tapi kami belum bisa beri data lengkap. Sebab Kapolres Puncak Jaya sampai saat ini belum bisa kami hubungi," kata Wachyono.

Kendati begitu, Wachyono mengatakan menurut laporan sementara pada hari ini juga akan dilakukan evakuasi jenazah TKP menuju ke ibukota Kabupaten Puncak Jaya. Jenazah tersebut selanjutnya akan dievakuasi ke Jayapura guna dipulangkan ke kampung halaman.

Ditembak dari Jarak 3,5 Meter

Wachyono menambahkan, Briptu Agus Suhendra tewas tertembak oleh penembak misterius (petrus) dari jarak 3,5 meter. Korban tewas tertembak saat hendak berpatroli di Kampung Yambi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

"Jadi korban meninggal saat berpatroli. Dan tertembak dari jarak yang cukup dekat yakni kurang lebih 3,5 meter," jelas dia.

Menurut Wachyono, korban mengalami luka tembak di bagian rahang kanan atas, yang tembus ke rahang kiri di bawah telinga. Saat dievakuasi menuju RS Mulia, dalam perjalanan korban meninggal Dunia.

Wachyono mengatakan saat ini pihaknya mengamankan serta melakukan olah TKP dan mengejar pelaku penembakan. Sementara identitas pelaku masih dalam penyelidikan.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(anw/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
51%
Kontra
49%