Pencabulan di TransJ
Penumpang: Diraba-raba? Balas dengan Tampar Atau Tonjok di Tempat
Senin, 07/06/2010 11:42 WIB
Jakarta
Pelecehan seksual seperti yang dilakukan Anton kepada Foni jamak terjadi. Hanya saja jarang yang berlanjut korban berteriak atau membawanya ke polisi. Kadang penumpang perempuan lebih memilih "menyelesaikan" sendiri di TKP.
"Kalau pelecehan di angkutan umum itu banyak sekali. PK-PK, penjahat kelamin, yang di angkutan umum, di kereta, bahkan di halte itu banyak," ujar salah seorang penumpang setia bus TransJ, Dina (35), kepada detikcom di Halte Busway Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (7/6/2010).
Karyawati ini mengatakan, sebagai perempuan, dia hanya bisa kesal melihat hal tersebut. "Tapi kadang kita mikir cuma dipegang-pegang doang. Jadi cukup dibales pake nampar atau nonjok di tempat, padahal harusnya dibawa ke hukum supaya jera," kata dia.
Siti (25) yang merupakan karyawati di daerah Pulogadung, mengaku sudah sering melihat pelecehan seperti itu. Tapi biasanya perempuan korban pelecehan malu untuk melaporkannya ke pihak berwenang.
"Kalau saya sih sudah sering ngeliat kayak gitu, tapi ya gimana lagi, kalau di kendaraan umum kondisinya sempit. Kalau sebel sih sebel banget ngeliatnya, tapi enggak bisa diapa-apain juga," ucap Siti.
Seorang ibu rumah tangga yang juga tengah menunggu bus TransJ, Riska (24), mengecam terjadinya pelecehan terhadap kaumnya.
"Itu biadab banget yah, tapi memang sering kita dengar kejadian seperti itu, apalagi di kereta, sudah banyak yang tahu kejadian itu. Tinggal gimana kita sebagai perempuan harus berani ngomong dan bertindak," ucapnya.
Mahasiswi jurusan Teknik di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, Delia (23), meminta para perempuan untuk bisa lebih waspada dan bisa menjaga diri masing-masing. Melihat kondisi angkutan umum yang sangat ramai dan berdesak-desakan, pelecehan seperti itu sangat mungkin terjadi.
"Tapi sebenarnya bisa dihindari kalau ceweknya bisa jaga diri. Kalau ada apa-apa langsung dilawan saja di tempat. Tapi kadang-kadang cewek-cewek suka enggak ngeh, makanya harusnya lebih mawas lagi," ujar Delia yang berjilbab ini.
Keempat perempuan tersebut mengaku tidak jera dan takut untuk naik bus TransJ, melihat kasus pelecehan yang baru-baru ini menimpa seorang penumpang setia bus TransJ, Foni.
"Enggak, enggak takut karena enggak ada kendaraan pribadi," alasan Dina.
(nvc/nrl)
"Kalau pelecehan di angkutan umum itu banyak sekali. PK-PK, penjahat kelamin, yang di angkutan umum, di kereta, bahkan di halte itu banyak," ujar salah seorang penumpang setia bus TransJ, Dina (35), kepada detikcom di Halte Busway Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (7/6/2010).
Karyawati ini mengatakan, sebagai perempuan, dia hanya bisa kesal melihat hal tersebut. "Tapi kadang kita mikir cuma dipegang-pegang doang. Jadi cukup dibales pake nampar atau nonjok di tempat, padahal harusnya dibawa ke hukum supaya jera," kata dia.
Siti (25) yang merupakan karyawati di daerah Pulogadung, mengaku sudah sering melihat pelecehan seperti itu. Tapi biasanya perempuan korban pelecehan malu untuk melaporkannya ke pihak berwenang.
"Kalau saya sih sudah sering ngeliat kayak gitu, tapi ya gimana lagi, kalau di kendaraan umum kondisinya sempit. Kalau sebel sih sebel banget ngeliatnya, tapi enggak bisa diapa-apain juga," ucap Siti.
Seorang ibu rumah tangga yang juga tengah menunggu bus TransJ, Riska (24), mengecam terjadinya pelecehan terhadap kaumnya.
"Itu biadab banget yah, tapi memang sering kita dengar kejadian seperti itu, apalagi di kereta, sudah banyak yang tahu kejadian itu. Tinggal gimana kita sebagai perempuan harus berani ngomong dan bertindak," ucapnya.
Mahasiswi jurusan Teknik di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, Delia (23), meminta para perempuan untuk bisa lebih waspada dan bisa menjaga diri masing-masing. Melihat kondisi angkutan umum yang sangat ramai dan berdesak-desakan, pelecehan seperti itu sangat mungkin terjadi.
"Tapi sebenarnya bisa dihindari kalau ceweknya bisa jaga diri. Kalau ada apa-apa langsung dilawan saja di tempat. Tapi kadang-kadang cewek-cewek suka enggak ngeh, makanya harusnya lebih mawas lagi," ujar Delia yang berjilbab ini.
Keempat perempuan tersebut mengaku tidak jera dan takut untuk naik bus TransJ, melihat kasus pelecehan yang baru-baru ini menimpa seorang penumpang setia bus TransJ, Foni.
"Enggak, enggak takut karena enggak ada kendaraan pribadi," alasan Dina.
(nvc/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
