Dana Rp 15 M/Dapil
Pelihara Konstituen Pakailah Uang Sendiri, Jangan Uang Negara
Jumat, 04/06/2010 12:51 WIB
Jakarta
Dana aspirasi per dapil senilai Rp 15 miliar dinilai suatu bentuk perampokan terhadap uang negara. Permintaan DPR atas dana itu pun dipertanyakan.
"Kalau menurut saya dana aspirasi sebesar Rp 15 miliar itu bentuk perampokan uang negara. Karena DPR kan badan legislatif, bukan badan eksekutif. Kenapa mesti bawa anggaran?" kata pengamat politik dari UI, Arbi Sanit.
Hal itu disampaikan Arbi usai acara talkshow Perspektif Indonesia, Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara' di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (4/6/2010).
Menurut Arbi, jika dana itu disetujui dengan dalih untuk membangun daerah konstituen, maka dana yang akan keluar bisa lebih dari Rp 15 miliar. Bahkan bisa saja nanti akan ada permintaan dana lain dengan alasan membangun kabupaten atau kotanya.
"Harusnya kalau mau memelihara konsituen, carilah uang sendiri. Jangan pakai uang negara," pintanya.
Menurut Arbi, dana aspirasi yang sekarang seharunya dihapus saja. Nilai dana aspirasi harus bernilai nol. "Memelihara konstituen kok pakai uang negara," kecamnya.
Sebelumnya anggota DPR meminta jatah Rp 15 miliar per dapil yang dianggarkan dari APBN 2011. Rencananya, dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun daerah masing-masing.
Munculnya wacana ini disebabkan banyaknya aspirasi dari daerah
yang meminta dana pembangunan. DPR pun menyambut baik usulan itu dan merumuskan dalam konteks penganggarannya.
(gus/nrl)
"Kalau menurut saya dana aspirasi sebesar Rp 15 miliar itu bentuk perampokan uang negara. Karena DPR kan badan legislatif, bukan badan eksekutif. Kenapa mesti bawa anggaran?" kata pengamat politik dari UI, Arbi Sanit.
Hal itu disampaikan Arbi usai acara talkshow Perspektif Indonesia, Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara' di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (4/6/2010).
Menurut Arbi, jika dana itu disetujui dengan dalih untuk membangun daerah konstituen, maka dana yang akan keluar bisa lebih dari Rp 15 miliar. Bahkan bisa saja nanti akan ada permintaan dana lain dengan alasan membangun kabupaten atau kotanya.
"Harusnya kalau mau memelihara konsituen, carilah uang sendiri. Jangan pakai uang negara," pintanya.
Menurut Arbi, dana aspirasi yang sekarang seharunya dihapus saja. Nilai dana aspirasi harus bernilai nol. "Memelihara konstituen kok pakai uang negara," kecamnya.
Sebelumnya anggota DPR meminta jatah Rp 15 miliar per dapil yang dianggarkan dari APBN 2011. Rencananya, dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun daerah masing-masing.
Munculnya wacana ini disebabkan banyaknya aspirasi dari daerah
yang meminta dana pembangunan. DPR pun menyambut baik usulan itu dan merumuskan dalam konteks penganggarannya.
(gus/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
