detikcom
Senin, 31/05/2010 17:21 WIB

Rusuh Cengkareng

Api Sempat Kembali Menyala di Cipondoh video foto

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Angin tiba-tiba berhembus cukup kencang di Jl KH Ahmad Dahlan, Desa Petir, Cipondoh, Tangerang. Tak dinyana, angin itu membuat si jago merah menyala lagi di tengah puing sisa kerusuhan semalam.

Api itu memercik sekitar pukul 16.50 WIB, Senin (31/5/2010). Api menyala akibat hembusan angin ke arah sisa-sisa puing yang terbakar. Satu mobil pemadam dan 10 petugas pemadam spontan bergerak menjinakkan api.

Mereka menyemprotkan air ke arah sumber api. Mereka juga mengamankan barang-barang yang mudah terbakar.

Tak berapa lama, api padam. Saat ini petugas kembali melakukan pendinginan.

Terlihat empat tukang bekerja membuat pagar dari bambu dan seng untuk menutupi bekas lokasi kebakaran tersebut. Puluhan polisi berjaga-jaga di lokasi. Di seberang TKP, ratusan polisi mengadakan apel.

Puing itu merupakan dampak kerusuhan warga yang berpusat di Duri Kosambi, Cengkareng. Penyebabnya, anggota Forkabi yang tewas di Duri Kosambi merupakan warga Cipondoh. Sejumlah mobil dan lapak-lapak hangus dibakar.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ddt/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%