Detik.com News
Detik.com
Senin, 31/05/2010 09:50 WIB

Rusuh Cipondoh Buntut Kerusuhan Cengkareng

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Puluhan lapak dibakar dalam kerusuhan yang meletus di Cipondoh, Tangerang. Kerusuhan ini buntut dari kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng.

"Ini buntut dari kerusuhan di Jakarta Barat. Sekitar ratusan orang dini hari sekitar pukul 02.30 WIB membakar lapak-lapak ini," tutur saksi mata, Sadeli kepada wartawan di lokasi kerusuhan Jl KH Ahmad Dahlan, Petir, Cipondoh, Tangerang, Senin (31/5/2010).

Lapak-lapak yang dibakar tersebut sehari-harinya dipakai oleh orang Madura untuk berjualan barang-barang bekas seperti seng, besi, dan kayu. "Ada sekitar 20-an orang Madura," jelasnya.

Pada saat terjadi aksi pembakaran, kondisi lapak memang kosong karena ditinggalkan pemiliknya. Pagi hari, para pemilik lapak juga tidak tampak datang ke lapak-lapak mereka.

Selain membakar lapak-lapak, ada satu mobil pick up biru gelap yang berada di depan lapak diceburkan ke kali yang berada di seberang lapak. Belum jelas siapa pemilik mobil tersebut, namun mobil sudah dievakuasi pagi hari.

Saat ini situasi di lokasi sudah terkendali meskipun lapak-lapak yang terbakar tampak masih mengepulkan asap. Puluhan aparat dari Polres Metro Tangerang sudah berjaga-jaga dan memasang police line di sekitar lokasi kejadian.

(Rez/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%