detikcom
Senin, 31/05/2010 09:06 WIB

Kronologi Rusuh Cengkareng

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Andry Haryanto/detikcom
Jakarta - Rusuh antar ormas yang terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat Minggu malam (30/5/2010) menyebabkan 1 korban tewas. Tiga orang diamankan untuk dimintai keterangan.

Berikut kronologi penyebab kerusuhan tersebut seperti disampaikan Kapolsek Cengkareng Kompol Ruslan saat dihubungi detikcom, Senin (31/5/2010).

Minggu (30/5/2010)

Pukul 17.00 WIB

Terjadi serempetan mobil antara pengemudi taksi dengan pengemudi Honda Jazz di Duri Kosambi. Akibat insiden tersebut, kedua pengemudi terlibat cekcok mulut. Percekcokan sempat diselesaikan baik-baik.

Pukul 19.00 WIB

Karena tidak puas, pengemudi Honda Jazz tersebut mendatangi Duri Kosambi dengan membawa sepuluh orang rekannya. Terjadi cekcok lagi antara pengemudi Honda Jazz dan sepuluh temannya itu dengan sekelompok orang di Duri Kosambi. Kemudian ada yang seseorang dibacok yang diketahui bernama Endit Mawardi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(Rez/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
64%
Kontra
36%