detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 31/05/2010 09:06 WIB

Kronologi Rusuh Cengkareng

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Andry Haryanto/detikcom
Jakarta - Rusuh antar ormas yang terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat Minggu malam (30/5/2010) menyebabkan 1 korban tewas. Tiga orang diamankan untuk dimintai keterangan.

Berikut kronologi penyebab kerusuhan tersebut seperti disampaikan Kapolsek Cengkareng Kompol Ruslan saat dihubungi detikcom, Senin (31/5/2010).

Minggu (30/5/2010)

Pukul 17.00 WIB

Terjadi serempetan mobil antara pengemudi taksi dengan pengemudi Honda Jazz di Duri Kosambi. Akibat insiden tersebut, kedua pengemudi terlibat cekcok mulut. Percekcokan sempat diselesaikan baik-baik.

Pukul 19.00 WIB

Karena tidak puas, pengemudi Honda Jazz tersebut mendatangi Duri Kosambi dengan membawa sepuluh orang rekannya. Terjadi cekcok lagi antara pengemudi Honda Jazz dan sepuluh temannya itu dengan sekelompok orang di Duri Kosambi. Kemudian ada yang seseorang dibacok yang diketahui bernama Endit Mawardi.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(Rez/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%