Detik.com News
Detik.com

Senin, 31/05/2010 09:06 WIB

Kronologi Rusuh Cengkareng

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kronologi Rusuh Cengkareng Foto: Andry Haryanto/detikcom
Jakarta - Rusuh antar ormas yang terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat Minggu malam (30/5/2010) menyebabkan 1 korban tewas. Tiga orang diamankan untuk dimintai keterangan.

Berikut kronologi penyebab kerusuhan tersebut seperti disampaikan Kapolsek Cengkareng Kompol Ruslan saat dihubungi detikcom, Senin (31/5/2010).

Minggu (30/5/2010)

Pukul 17.00 WIB

Terjadi serempetan mobil antara pengemudi taksi dengan pengemudi Honda Jazz di Duri Kosambi. Akibat insiden tersebut, kedua pengemudi terlibat cekcok mulut. Percekcokan sempat diselesaikan baik-baik.

Pukul 19.00 WIB

Karena tidak puas, pengemudi Honda Jazz tersebut mendatangi Duri Kosambi dengan membawa sepuluh orang rekannya. Terjadi cekcok lagi antara pengemudi Honda Jazz dan sepuluh temannya itu dengan sekelompok orang di Duri Kosambi. Kemudian ada yang seseorang dibacok yang diketahui bernama Endit Mawardi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(Rez/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%