Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 29/05/2010 23:29 WIB

Kecelakaan Beruntun di Nagreg, Kontainer Timpa 2 Mobil

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di tanjakan Nagreg, Jawa Barat (Jabar), malam ini. Kecelakaan tersebut melibatkan sejumlah mobil serta satu truk kontainer.

"Kendaraan yang tertindih kontainer tadi yang terlihat ada 2," kata seorang pengguna jalan, Tito, kepada detikcom, Sabtu (29/5/2010).

Menurut Tito, kecelakaan tersebut terjadi pukul 22.35 WIB di ruas Nagreg ke arah Garut. Saat melintas di lokasi, warga telah berkerumun untuk melihat kejadian tersebut.

Petugas Kepolisian telah berada di TKP. Namun, ia tidak menyaksikan adanya korban jiwa dalam kecelakaan itu. "Cuma mobilnya rusak berat," tandasnya.

Menurut informasi yang dikumpulkan detikcom, kendaraan yang terlibat kecelakaan antara lain satu truk kontainer, Toyota Kijang, Suzuki Carry, dan Suzuki Baleno. Diperkirakan ada sejumlah korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Polsek Nagreg membenarkan adanya kejadian ini, namun belum dapat memberi informasi secara detil. "Betul ada kecelakaan beruntun. Tapi nanti informasinya setelah ada petugas yang kembali ke pos," kata seorang petugas Polsek Nagreg.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(irw/irw)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%