Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 15/05/2010 16:33 WIB

Polri: Status Susno di Kepolisian Tunggu Sidang Kode Etik

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Susno Duadji masih berstatus polisi aktif. Meski sudah menyandang status tersangka atas dugaan suap, Susno tetap seorang jenderal bintang tiga. Polri menegaskan status Susno di kepolisian menunggu sidang kode etik.

"Tergantung hasil sidang kode etik," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/5/2010).

Nanti, lanjut Edward, berdasarkan hasil sidang kode etik baru bisa diketahui status Susno.

"Pemecatan itu ada dalam kode etik. Nanti setelah disidangkan, baru diketahui apakah diberhentikan atau bagaimana," jelasnya.

Susno kini mendekam di Rutan Brimob Kelapa Dua Depok. Dia ditahan terkait dugaan menerima suap Rp 500 juta dalam kasus Arwana. Dia ditahan terkait kesaksian Sjahril Djohan, serta saksi lainnya.

Penahanan Susno ini kemudian mengundang pro kontra. Sejumlah purnawiran bahkan menilai proses penahanan Susno ada yang tidak sesuai aturan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%