Detik.com News
Detik.com

Kamis, 13/05/2010 16:34 WIB

3 Wanita Bercadar Datangi Mako Brimob Beriringan dengan Mobil Berplat Solo

Pradipta Nugrahanto - detikNews
Jakarta - Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat tiba-tiba kedatangan 3 mobil secara beriringan. Satu dari mobil tersebut berisi 3 wanita bercadar bersama seorang personel kepolisian. Sedangkan satu mobil lainnya bernomor plat Solo.

Pantauan detikcom di Mako Brimob, Kamis (13/5/2010), 3 mobil tersebut tiba pukul 15.40 WIB. Mobil pertama yang masuk ke Mako Brimob yakni taksi biru. Dalam taksi itu keluar seorang petugas berseragam lengkap Polri. Kemudian tak lama 3 wanita bercadar yang tak diketahui identitasnya.

Setelah penumpang taksi keluar, sang sopir kemudian keluar dari Mako. Mobil kedua yang jalan masuk beriring yakni Toyota Avanza B 7814 OC. Kemudian disusul mobil ketiga APV warna silver AD 80 C.

Salah seorang petugas yang berjaga di Mako Brimob mengatakan, mobil Toyota Avanza dan APV Silver tersebut sudah datang sebelumnya ke Mako siang tadi. Namun saat ditanyakan apakah kedua mobil tersebut mengangkut 3 tersangka teroris yang dibawa dari Solo, dia mengaku tak tahu.

"Nggak tahu. Tapi siang tadi yang datang tadi itu," jelasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%