Detik.com News
Detik.com

Kamis, 13/05/2010 09:48 WIB

Densus Tinggalkan Lokasi Penggerebekan Teroris Sukoharjo

Muchus Budi R. - detikNews
Densus Tinggalkan Lokasi Penggerebekan Teroris Sukoharjo ilustrasi
Jakarta - Tim Densus 88 meninggalkan lokasi penggerebekan di Desa Baki Pandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Dari penggerebekan di sebuah rumah ini, Densus 88 menyita senjata laras panjang, amunisi, dan sejumlah buku.

Pantauan detikcom, Densus 88 meninggalkan rumah tersebut sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (13/5/2010). Sudah sekitar 1 jam tim ini melakukan penyisiran di dalam rumah.

Saat ini lurah dan aparat setempat telah diperintahkan untuk menutup rumah, agar tidak ada orang yang keluar masuk. Rumah tersebut terletak di antara bangunan ruko.

Di depan rumah tersebut terdapat papan bertuliskan stroom aki dan jual beli aki. Selain pintu gerbang yang dijebol paksa, tampak pula kaca kamar pecah.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rdf/gus)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%