Pengeksploitasi & Penganiaya Anak dalam Bentrok Mbah Priok Harus Dituntut
Senin, 10/05/2010 16:27 WIB
Jakarta
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai ada dua pihak yang bersalah menyebabkan sejumlah anak terluka dalam bentrok makam Mbah Priok di Koja beberapa waktu silam. Mereka adalah pihak yang melibatkan anak-anak dan pihak yang menganiaya anak.
Hal ini diungkapkan Ketua KPAI Hadi Supeno dalam keterangan pers lima rekomendasi KPAI di kantornya, Jl Teuku Umar, Jakarta, Senin (10/5/2010). Rekomendasi ini adalah hasil dari penelusuran tim pencari fakta KPAI.
Hadi dalam kesempatan ini membawa seorang anak yang menjadi korban kekerasan bentrok Mbah Priok. KPAI meminta Polri mengusut dan menuntut pihak yang bertanggung jawab menyebabkan anak-anak terluka.
"Mendesak Kapolri dan aparat penegak hukum lainnya, untuk mengusut dan menuntut secara hukum, pihak yang melakukan eksploitasi atau melibatkan anak pada peristiwa kerusuhan Tanjung Priok," kata Hadi.
Pihak lain yang kemudian melakukan penyiksaan juga harus dituntut. "Mendesak Kapolri dan aparat penegak hukum lainnya, untuk mengusut dan menuntut secara hukum, pada pelaku atau pihak yang bertanggung jawab terhadap tindak kekejaman, kekerasan dan penganiayaan terhadap anak," lanjut Hadi.
KPAI juga meminta pengurus makam Mbah Priok, masyarakat dan pihak mana pun bertanggung jawab karena dugaan pelibatan anak dalam kerusuhan yang menewaskan 3 Satpol PP itu. "Pengurus makam Mbah Priok, unsur masyarakat dan pihak mana pun untuk mempertanggungjawabkan dugaan pelibatan anak dalam kerusuhan tersebut, serta tidak mengulanginya di masa depan," jelas Hadi.
Kepada Satpol PP, KPAI juga mengkritik mereka untuk memperbaiki standar operasional penertiban. "Memuat peringatan dini kepada anak-anak, evakuasi bagi anak, larangan bentrok dengan anak, dan upaya menjamin keselamatan anak dalam setiap penertiban," imbuhnya lagi.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga diminta KPAI untuk mengevaluasi keberadaan Satpol PP serta memastikan semua korban anak-anak dalam bentrok itu mendapat jaminan kesehatan dan rehabilitasi psikis.
Meski menyebut selain Satpol PP, ada juga yang bersalah mengeksploitasi anak, namun KPAI enggan menyebutkan siapa mereka. "Kami pada keyakinan, ada yang mempersenjatai mereka (anak-anak). Siapa mereka? Itu adalah tugas polisi (mengusutnya)," jelas Hadi.
Tim investigasi KPAI juga menemui kendala saat pencarian fakta, seperti para habib yang tidak datang saat hendak dimintai keterangan. Masyarakat pun tutup mulut sejak peristiwa itu tanpa diketahui alasan pastinya.
"Masyarakat mau memberikan informasi. Namun seminggu setelah kejadian, semua tutup mulut dan menghindar," pungkasnya.
(fay/nrl)
Hal ini diungkapkan Ketua KPAI Hadi Supeno dalam keterangan pers lima rekomendasi KPAI di kantornya, Jl Teuku Umar, Jakarta, Senin (10/5/2010). Rekomendasi ini adalah hasil dari penelusuran tim pencari fakta KPAI.
Hadi dalam kesempatan ini membawa seorang anak yang menjadi korban kekerasan bentrok Mbah Priok. KPAI meminta Polri mengusut dan menuntut pihak yang bertanggung jawab menyebabkan anak-anak terluka.
"Mendesak Kapolri dan aparat penegak hukum lainnya, untuk mengusut dan menuntut secara hukum, pihak yang melakukan eksploitasi atau melibatkan anak pada peristiwa kerusuhan Tanjung Priok," kata Hadi.
Pihak lain yang kemudian melakukan penyiksaan juga harus dituntut. "Mendesak Kapolri dan aparat penegak hukum lainnya, untuk mengusut dan menuntut secara hukum, pada pelaku atau pihak yang bertanggung jawab terhadap tindak kekejaman, kekerasan dan penganiayaan terhadap anak," lanjut Hadi.
KPAI juga meminta pengurus makam Mbah Priok, masyarakat dan pihak mana pun bertanggung jawab karena dugaan pelibatan anak dalam kerusuhan yang menewaskan 3 Satpol PP itu. "Pengurus makam Mbah Priok, unsur masyarakat dan pihak mana pun untuk mempertanggungjawabkan dugaan pelibatan anak dalam kerusuhan tersebut, serta tidak mengulanginya di masa depan," jelas Hadi.
Kepada Satpol PP, KPAI juga mengkritik mereka untuk memperbaiki standar operasional penertiban. "Memuat peringatan dini kepada anak-anak, evakuasi bagi anak, larangan bentrok dengan anak, dan upaya menjamin keselamatan anak dalam setiap penertiban," imbuhnya lagi.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga diminta KPAI untuk mengevaluasi keberadaan Satpol PP serta memastikan semua korban anak-anak dalam bentrok itu mendapat jaminan kesehatan dan rehabilitasi psikis.
Meski menyebut selain Satpol PP, ada juga yang bersalah mengeksploitasi anak, namun KPAI enggan menyebutkan siapa mereka. "Kami pada keyakinan, ada yang mempersenjatai mereka (anak-anak). Siapa mereka? Itu adalah tugas polisi (mengusutnya)," jelas Hadi.
Tim investigasi KPAI juga menemui kendala saat pencarian fakta, seperti para habib yang tidak datang saat hendak dimintai keterangan. Masyarakat pun tutup mulut sejak peristiwa itu tanpa diketahui alasan pastinya.
"Masyarakat mau memberikan informasi. Namun seminggu setelah kejadian, semua tutup mulut dan menghindar," pungkasnya.
(fay/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
