ICW Tengarai DPR Lakukan Kebohongan Publik Sebut Gedung Miring
Senin, 03/05/2010 13:29 WIB
Jakarta
Gedung DPR ternyata tidak miring. Berdasarkan analisa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hanya mengalami rusak ringan. Tak pelak pernyataan anggota DPR soal gedung miring itu dinilai hanya alasan untuk membuat proyek.
"Itu kebohongan publik yang harus dikritisi. Alasan yang diungkapkan tidak benar. Jangan sampai ini menjadi praktek baru di Indonesia, untuk membangun proyek," terang Wakil Koordinator ICW Adnan Topan Husodo saat dihubungi detikcom, Senin (3/5/2010).
Dia menjelaskan, kalau kemudian ternyata rekomendasi meminta perbaikan saja, tidak perlu sampai membuat gedung baru.
"Kalau memang ingin mengadakan kebutuhan gedung baru, harus didasarkan argumentasi yang kuat sebagai dasar alasan kemiringan. Jangan sampai muncul dugaan tidak sedap dari masyarakat. Jadi kalau tidak cukup kuat alasannya, tidak perlu digolkan," terangnya.
ICW menduga, pembangunan gedung baru Rp 1,8 triliun itu justru jadi alasan bagi oknum tertentu untuk mencari keuntungan.
"Ketika bicara proyek kita bicara para pencari rente, yang kita duga ada di institusi DPR atau juga kesekjenan," tambahnya.
Dia menegaskan, karena itu salah satu alasan korupsi sulit diberantas, karena institusi pembuat undang-undang juga masih rentan dengan praktek itu. Salah satunya modus menggolkan proyek besar untuk mendapatkan fee.
"Kenapa korupi sulit diberantas? karena produsen kebijakannya bermasalah. Kalau kemudian praktek ini terbiasa dan turun temurun," tutupnya.
(ndr/fay)
"Itu kebohongan publik yang harus dikritisi. Alasan yang diungkapkan tidak benar. Jangan sampai ini menjadi praktek baru di Indonesia, untuk membangun proyek," terang Wakil Koordinator ICW Adnan Topan Husodo saat dihubungi detikcom, Senin (3/5/2010).
Dia menjelaskan, kalau kemudian ternyata rekomendasi meminta perbaikan saja, tidak perlu sampai membuat gedung baru.
"Kalau memang ingin mengadakan kebutuhan gedung baru, harus didasarkan argumentasi yang kuat sebagai dasar alasan kemiringan. Jangan sampai muncul dugaan tidak sedap dari masyarakat. Jadi kalau tidak cukup kuat alasannya, tidak perlu digolkan," terangnya.
ICW menduga, pembangunan gedung baru Rp 1,8 triliun itu justru jadi alasan bagi oknum tertentu untuk mencari keuntungan.
"Ketika bicara proyek kita bicara para pencari rente, yang kita duga ada di institusi DPR atau juga kesekjenan," tambahnya.
Dia menegaskan, karena itu salah satu alasan korupsi sulit diberantas, karena institusi pembuat undang-undang juga masih rentan dengan praktek itu. Salah satunya modus menggolkan proyek besar untuk mendapatkan fee.
"Kenapa korupi sulit diberantas? karena produsen kebijakannya bermasalah. Kalau kemudian praktek ini terbiasa dan turun temurun," tutupnya.
(ndr/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
