detikcom
Senin, 03/05/2010 09:58 WIB

Kisah Cinta Pria Transgender yang Berakhir di Rutan Pondok Bambu

E Mei Amelia R - detikNews
dok pribadi
Jakarta - Kisah Alterina Hofan (32) mirip-mirip film Boys Don't Cry yang dibintangi Hillary Swank. Pria transgender ini harus merasakan dinginnya penjara lantaran menikahi wanita idamannya, Jane Deviyanti (23).

Alterina telah menjalin percintaan dengan Jane pada tahun 2008 silam. Saat itu, Alterina diminta oleh ibunda Jane untuk menjemput Jane di Bandara Soekarno-Hatta, sepulang dari sekolah di luar negeri.

"Ibunya Jane berteman dengan Alter," kata pengacara Alter, Ibnu Siena Bantayan, pada detikcom, Senin (3/5/2010).

Alter lalu menjemputnya di bandara. Dan ternyata, pertemuan kedua insan itu menghasilkan benih-benih cinta. Di mata Jane, Alter adalah lelaki sejati.

"Keduanya saling jatuh cinta," katanya.

Selang beberapa bulan kemudian, Jane kembali ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya. Sang kekasih, Alter, pun menyusulnya. Seiring dengan waktu, perjalanan cinta keduanya berbuah komitmen. Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah tanpa persetujuan orangtua keduanya.

"Mereka kan sudah dewasa, sudah punya jalan pikiran dan keputusan sendiri," ungkap Ibnu.

Namun, tanpa dinyana, pernikahan itu justru membuat orangtua Jane kesal. Kisah percintaan keduanya itu ditentang keras oleh orangtua Jane. Orangtua Jane akhirnya melaporkan penculikan atas anaknya oleh Alter ke Polda Metro Jaya.

Pada Desember 2009, keduanya akhirnya ditemukan di Jayapura, tempat kelahiran Alter.

Mereka kemudian diproses oleh penyidik. Namun, karena Jane sendiri merasa tidak diculik, akhirnya kasus penculikan itu di-SP3 oleh polisi. "Karena dua-duanya suka sama suka kok. Jane juga tidak merasa diculik," jelas Ibnu.

Tidak puas sampai di situ, orangtua Jane kemudian melaporkan kembali Alter ke Polda Metro Jaya. Identitas Alter sebagai laki-laki, dianggap sebagai pemalsuan, karena Alter adalah perempuan.

Namun, hal itu dibantah keras oleh Ibnu. Menurut Ibnu, kliennya terlahir sebagai pria. Hanya saja, katanya, Alter memiliki penyakit yang disebut sindroma klinefelter.

"Penyakit ini hanya menyerang pria," katanya.

Sindroma klinefelter tidak hanya membuat Alter memiliki 2 kromosom wanita dan 1 kromosom pria. Payudaranya juga tumbuh. Sebagai seorang pria yang memiliki payudara, Alter terpaksa melakukan operasi.

"Karena dengan adanya penyakit ini, dia sering pusing dan capek-capek. Makanya dia memutuskan untuk mengoperasi payudaranya," jelasnya.

Setelah melakukan operasi pengangkatan payudara di Kanada tahun 2006 silam, Alter kemudian mengesahkan identitasnya sebagai laki-laki di Jayapura.

Keluarga Jane melaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP2907/K/X/2009/SPK Unit I tanggal 12 Oktober 2009. Alter dilaporkan atas tuduhan pasal 266 KUHP tentang pemalsuan identitas dalam akta otentik, juncto pasal 263 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Setelah proses penyidikan di Polda Metro Jaya dinyatakan P21, Alter akhirnya dilimpahkan ke Kejati DKI. Selama proses pemeriksaan di Polda Metro, Alter tidak ditahan karena istrinya, Jane, menjaminkan dirinya. Setelah dilimpahkan ke Kejati DKI, Alter akhirnya masuk bui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, sembari menunggu persidangan.
Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(ndr/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000