Mafia Hutan
ICW Temukan Indikasi Korupsi Hutan Riau Capai Rp 1,855 Triliun
Jumat, 30/04/2010 13:53 WIB
Foto: Dokumen detikcom
Jakarta
Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi korupsi pengelolaan hutan di Riau. Nilainya mencapai Rp 1,855 triliun sepanjang tahun 2002-2006. Duit tersebut sama dengan Rp 371 miliar per tahun.
"Indikasi kerugian negara berdasar hasil audit BPK sebesar Rp 491,591 miliar. Hasil perhitungan ICW mencapai Rp 1,855 triliun selama 2002-2006," kata peneliti ICW Anggita Tampubolon dikantornya, JlKalibata Timur, Jakarta Selatan, Jumat (30/4/2010).
Hasil tersebut berdasar perhitungan penerimaan negara Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), tegakan kayu hilang dan luas lahan. ICW mengambil data dari BPK, BPS, Jikalahari, Statistik Kehutanan Riau, dan berbagai keputusan menteri.
Salah satu modus korupsi kehutanan tersebut, imbuh Anggita, yakni menetapkan harga kayu di bawah harga pasar. Nilainya bisa mencapai sepertiga dari harga normal sehingga selisihnya menjadi uang siluman.
"SK Menhut 2003 menetapkan harga kayu Meranti Rp 500.000/m3. Padahal harga pasar sesuai SK menteri terkait mencapai US 150/m3. Ada selisih yang dikalikan jutaan kubik, dan uangnya perlu dipertanggungjawabkan," ucapnya.
Karenannya, ICW meminta semua pihak yang terkait dalam jejaring bisnis haram tersebut diseret ke pengadilan. Tidak hanya menteri, tetapi mencapai pejabat lapangan seperti kepala dinas, gubernur, pejabat perizinan, hingga bupati.
"Kemarin kita sudah melapor ke Satgas Anti Mafia Hukum. Kita juga tengah monitor di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah," tukas Anggita.
(Ari/ken)
"Indikasi kerugian negara berdasar hasil audit BPK sebesar Rp 491,591 miliar. Hasil perhitungan ICW mencapai Rp 1,855 triliun selama 2002-2006," kata peneliti ICW Anggita Tampubolon dikantornya, JlKalibata Timur, Jakarta Selatan, Jumat (30/4/2010).
Hasil tersebut berdasar perhitungan penerimaan negara Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), tegakan kayu hilang dan luas lahan. ICW mengambil data dari BPK, BPS, Jikalahari, Statistik Kehutanan Riau, dan berbagai keputusan menteri.
Salah satu modus korupsi kehutanan tersebut, imbuh Anggita, yakni menetapkan harga kayu di bawah harga pasar. Nilainya bisa mencapai sepertiga dari harga normal sehingga selisihnya menjadi uang siluman.
"SK Menhut 2003 menetapkan harga kayu Meranti Rp 500.000/m3. Padahal harga pasar sesuai SK menteri terkait mencapai US 150/m3. Ada selisih yang dikalikan jutaan kubik, dan uangnya perlu dipertanggungjawabkan," ucapnya.
Karenannya, ICW meminta semua pihak yang terkait dalam jejaring bisnis haram tersebut diseret ke pengadilan. Tidak hanya menteri, tetapi mencapai pejabat lapangan seperti kepala dinas, gubernur, pejabat perizinan, hingga bupati.
"Kemarin kita sudah melapor ke Satgas Anti Mafia Hukum. Kita juga tengah monitor di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah," tukas Anggita.
(Ari/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
295 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
