Detik.com News
Detik.com

Kamis, 29/04/2010 14:20 WIB

DPRD DKI: Gaji Guru Besar, Kenapa Siswa Banyak yang Gagal UN?

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Angka kelulusan siswa di DKI Jakarta menurun. Salah satu faktor utama karena para guru atau pengajar hanya mengejar gaji besar saja tanpa memperhatikan kualitas siswa.

"Gaji guru sudah besar di DKI tapi kenapa angka siswa kelulusan menurun? Menurut saya ini bukan karena faktor siswanya tapi juga gurunya," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ingard Joshua saat dihubungi wartawan, Kamis (29/4/2010).

Ingard yang juga politisi Golkar ini menjelaskan, untuk itu, harus dilakukan evaluasi oleh dinas pendidikan, kenapa hal tersebut bisa terjadi.

"Saya ingin ada evaluasi. Kalau untuk sekolah negeri, dinas harus mengevaluasi kepala sekolah, guru, dan metode pembelajarannya. Itu untuk yang negeri karena itu berada di bawah dinas pendidikan," terangnya.

Sedang untuk sekolah swasta, status sekolah bisa diturunkan. "Misalnya yang tadinya statusnya diakui diturunkan jadi terdaftar, dan status disamakan turun jadi diakui, begitu seterusnya," imbuhnya.

Tindakan itu dilakukan, agar orang tua tidak sembarang memasukkan anaknya ke sekolah. "Mutu pendidikan yang kurang bagus harus dievaluasi," tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%