detikcom
Senin, 26/04/2010 08:49 WIB

Kasus Suap Innospec

Pejabat Pertamina & PT SI akan Segera Diperiksa

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - KPK sudah mencegah 6 nama dari Pertamina dan PT Soegih Interjaya (SI) terkait kasus dugaan suap perusahaan Inggris, Innospec Ltd. Dalam waktu dekat, mereka akan segera dimintai keterangan di tingkat penyelidikan.

"Rencananya segera. Tapi saya belum bisa memastikan waktunya," kata juru bicara KPK Johan Budi SP, saat dihubungi lewat telepon, Minggu (25/5/2010) malam.

Johan mengaku, hingga saat ini belum pernah dilakukan pemanggilan terhadap keenam orang tersebut. Sebab, kasus ini masih ditelaah oleh penyelidik.

"Belum, sampai sekarang belum," tegasnya.

Sebelumnya, KPK mencegah 6 orang terkait kasus dugaan suap Innospec ke pejabat Pertamina. Di antara pejabat tersebut ada sejumlah nama mantan pejabat Pertamina, termasuk mantan Wakil Dirut Mustiko Saleh.

Sejumlah nama lain yang dicegah adalah mantan direktur pengolahan Pertamina Suroso Atmo Martoyo dan mantan Dirjen Migas Rachmat Sudibyo. Lalu, ada pejabat yang berasal dari PT Soegih Interjaya (SI), seperti Direktur Utama Willy Sebastian dan Direktur Operasional Muhammad Syakir. Terdapat satu nama lain juga bernama Herwanto Wibowo.

BPK sudah mengajak KPK menguak kasus penyuapan pejabat migas Indonesia oleh Innospec Ltd. Perusahaan asal Inggris itu terbukti menyuap sejumlah mantan pejabat migas Indonesia untuk memperlancar penundaan penerapan bensin bebas timbal di Indonesia.

Pengadilan Inggris telah menjatuhkan sanksi denda hingga US$ 12,7 juta karena produsen zat tambahan bahan bakar TEL itu terbukti menyuap sejumlah pejabat migas Indonesia hingga US$ 8 juta. Suap itu diberikan agar Indonesia menunda penerapan bensin bebas timbal yang mestinya sudah dilakukan sejak tahun 1999.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%