detikcom
Minggu, 25/04/2010 05:31 WIB

Dosen Asal Indonesia Raih Penghargaan dari Universitas AS

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Foto: news.rpi.edu
Jakarta - Satu lagi anak bangsa meraih penghargaan membanggakan di luar negeri. Anak Agung Julius, asisten profesor bidang elektro, komputer dan sistem rancang bangun di Rensselaer Polytechnic Institute, AS, memenangi Faculty Early Career Development Award (CAREER) dari National Science Foundation (NSF).

Julius bakal menggunakan waktu lima tahun dan memanfaatkan hadiah senilai US $536,785 untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis komputasi sistem hibrida.

"Dr Julius adalah seorang peneliti muda berbakat, dan kami mengucapkan selamat kepadanya atas kehormataan yang memang layak ini," kata Dekan Rensselaer School of Engineering, David Rosowsky, seperti dikutip dari situs resmi Rensselaer, Minggu (25/4/2010).

"Penelitian teoritis Dr Julius yang menghubungkan antara sistem teori, ilmu komputer dan sistem biologi ini memiliki nilai penting dan keluasan aplikasi untuk model matematika dan analisis sistem rancang bangun. Kami antusias dan bangga atas prestasinya. Kami berharap dapat menyaksikan penelitiannya berkembang di kawasan yang penting, dan sukses terus di tahun-tahun mendatang," tambah sang dekan.

CAREER Award diberikan kepada staf pengajar pada awal karir akademik mereka dan merupakan salah satu penghargaan paling kompetitif NSF. Penghargaan ini menekanan pada penelitian berkualitas tinggi.

Julius bergabung dengan fakultas Rensselaer tahun 2008, lewat sebuah beasiswa persahabatan pascadoktoral di University of Pennsylvania. Ia menerima gelar sarjana dari teknik elektro Institut Teknologi Bandung, dan mendapatkan gelar master dan doktor di bidang matematika terapan dari University of Twente di Netherlands. (lrn/lrn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel