Minggu, 18/04/2010 15:11 WIB

Politik Uang Warnai Pilwakot Semarang

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Pilwakot Semarang, Jateng, yang digelar hari ini, Minggu (18/4) diwarnai aksi money politic. Pada detik-detik terakhir pencoblosan, Panwas Kota Jateng menemukan amplop berisi uang Rp 10 ribu.

Ketua Panwascam Semarang Timur, Oentung Kristowardhono mengatakan, peristiwa itu terjadi di Kelurahan Kebon Agung. Pelakunya diperkirakan tim sukses salah satu kandidat.

"Isi amplop, uang Rp 10 ribu dan gambar pasangan calon," katanya ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (18/4/2010).

Oentung enggan menjelaskan gambar pasangan calon yang ada di dalam amplop. Namun menurut informasi yang dihimpun, pasangan itu adalah Bambang Raya-Kristanto yang diusung Partai Golkar dan partai non parlemen.

"Bisa saja, praktik seperti ini ada di kawasan lain, tapi kami kesulitan mengendusnya," ungkapnya.

Meski persoalan itu selesai di lapangan, Oentung mengaku akan melaporkan hal itu ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Panwas Kota Semarang. Beberapa hal lain seputar pencoblosan juga akan dilaporkan dalam evaluasi usai penghitungan.

Pilwakot Semarang diikuti 5 pasangan. Saat ini, pencoblosan telah usai, dan langsung dilanjutkan dengan penghitungan suara. Hasil penghitungan ditampilkan di monitor yang ada di tiap kecamatan.

(try/yid)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    67%
    Kontra
    33%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel