Kamis, 08/04/2010 01:00 WIB

Pakai Patung Selamat Datang Sebagai Logo, Grand Indonesia Digugat

Ari Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Dok detikcom
Jakarta - Siapa tidak kenal patung selamat datang di bundaran Hotel Indonesia (HI). Bentuk patung yang dibangun di era Bung Karno tersebut sangat ikonik. Patung berparas pemuda-pemudi itu bertengger diatas dua pilar beton polos warna hitam sambil melambaikan tangan menyambut siapa saja yang datang ke Jakarta.

"Menghadapnya ke Medan Merdeka, mengarah ke Kemayoran bukan ke Semanggi. Sebab, dulu bandar udara internasional di Kemayoran. Jadi siapa saja tamu negara atau turis seperti disambut," kata Government and Corporate Affair Grand Indonesia (GI), Koentjoro Noerwibowo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/4/2010).

Area bundaran HI pun menjadi salah satu penanda kota Jakarta bahkan Indonesia. Berbagai peristiwa, pemotretan, film atau ikon pariwisata mengambil bundaran HI sebagai titik sentral. Kesemuanya berpusat di patung selamat datang tersebut.

"Siapa saja dapat terinspirasi dengan patung tersebut. Seperti kami yang terinspirasi juga untuk dijadikan logo Grand Indonesia," ucapnya.

Kemudian GI menghubungi seniman pembuat patung itu yakni Edi Sunarso pada tahun 2004. Intinya meminta izin kepada kreator untuk menjadikan karya bersejarah tersebut sebagai logo komersial di perusahaan GI.

Singkat cerita antara pematung dan GI sepakat. Lalu logo dan merek didaftarkan di Dirjen HAKI, Depkum HAM tahun 2006. Jadilah inspirasi patung Selamat Datang menjadi logo GI yaitu gambar siluet tugu selamat datang dalam wajah 2 dimensi.

Sayangnya, ada unsur kebetulan disana yang sedikit terlalaikan. GI melupakan bahwa kebanyakan patung atau tugu yang didirikan saat era Soekarno dibuat berdasarkan karya lukis atau sketsa, termasuk tugu di Bundaran HI. Patung muda-mudi itu dikreasi berdasar sketsa pelukis asal Ambon, Henk Ngantung.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(Ari/Rez)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%