detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 06/04/2010 10:14 WIB

Prananda Prabowo, Pengawal Ideologi Bung Karno Nan Misterius foto

Muhammad Nur Hayid - detikNews
Halaman 1 dari 3
Prananda (Foto: Gede S/detikcom)
Denpasar - Muhammad Prananda Prabowo, itulah nama lengkap dari anak kedua Megawati Soekarnoputri dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso. Mega memiliki 2 anak saat menikah dengan Surindro. Anak pertama pasangan yang dijodohkan Soekarno ini adalah Mohamad Rizki Pratama.

Sosok Nanan, sapaan akrab Prananda, memang tiba-tiba muncul menjelang pelaksanaan kongres III PDIP di Bali. Nama itu muncul karena para loyalis Megawati gerah dengan adanya isu sejumlah elit PDIP ingin membawa partai yang selama ini bersikap oposisi menjadi koalisi.

Nama Nanan muncul karena keturunan Mega yang digadang-gadang akan menjadi penerus tahta di PDIP, Puan Maharani, dianggap tidak lagi satu visi dengan Mega soal pilihan mempertahankan sikap oposisi PDIP. Karena itulah, Nanan yang selama ini sibuk dengan aktivitas mendampingi ibunya dan bergelut dengan buku-buku Bung Karno lalu dianggap sebagai solusi atas alternatif penerus Mega selain Puan.

"Sebenarnya Mas Nanan itu masih tidak mau muncul dan dimunculkan. Karena memang beliau tidak ingin muncul di publik, lebih ingin banyak bekerja untuk mengawal gagasan-gagasan besar kakeknya, Bung Karno," papar sumber detikcom yang tidak mau disebutkan namanya di arena Kongres III PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Selasa (6/4/2010).

Nanan, pemuda kelahiran 1971, yang mendapat sokongan dari para aktivis muda PDIP ini memang tidak bisa mengelak saat namanya dimunculkan beberapa kader PDIP ke media. Namun, sikap low profile-nya membuat dia tak bergeming saat beberapa media ingin mewawancarainya.

Bahkan saat detikcom mencoba membuat janji untuk wawancara khusus, sosok cool
yang memiliki 2 anak ini masih belum merestuinya.

Baru pada saat jumpa pers menjelang pembukaan kongres, Nanan bersama Ibunya Megawati dan bapak tirinya Taufiq Kiemas serta adik tirinya Puan Maharani muncul untuk pertama kalinya di depan publik. Sayangnya Nanan masih menunjukkan jiwa low profile-nya dengan tidak berucap sepatah kata pun dalam acara itu. Berbeda dengan Puan yang berbicara banyak karena memang sebagai ketua panitia, Puan harus melaporkan semua kesiapan Kongres.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(yid/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%