Minggu, 04/04/2010 14:20 WIB

Jelang Pembukaan Kongres PDIP, Banyak Baliho Guruh Hilang

Gede Suardana - detikNews
Jakarta - Untuk membuat suasana kongres menjadi seragam, baliho dan spanduk yang boleh dipasang hanya milik ketua umum PDIP Megawati Seokarnoputri. Baliho dan spanduk Guruh Soekarnoputra yang sempat mencalonkan diri sebagai ketua umum 'diturunkan' oleh sejumlah tim keamanan kongres.

Pantauan detikcom, Minggu (4/4/2010), beberapa spanduk Guruh yang sudah terpasang sejak beberapa minggu lalu di beberapa lokasi di Denpasar menghilang. Yang mencolok, baliho besar Guruh yang terpasang gagah di pintu gerbang masuk Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur diturunkan.

Sementara itu, beberapa spanduk dan baliho yang sebelumnya terpasang di Jl Suli, Jl Hang Tuah, dan beberapa spanduk lainnya di jalan menuju areal kongres hilang. Padahal sebelumnya spanduk itu masih terpampang.

Spanduk yang bertuliskan ucapan selamat datang dan dukungan terhadap Guruh seperti 'Guruh Soekarnoputra Pemimpinku', 'Guruh Sukarnoputra for Ketua Umum DPP PDIP' dan spanduk lainnya bergambar Guruh bersama Soekarno raib.

Ketua Panitia Kongres PDIP Tjahjo Kumolo dalam keterangan pers yang disampaikan pada Sabtu (3/4/2010) kemarin menegaskan bahwa tidak ada upaya pencopotan dari pihak panitia terhadap baliho dan spanduk Guruh. Khusus untuk Baliho yang ada di samping pintu gerbang, Tjahjo memang mengakui dicopot untuk dipindahkan.

"Baliho hanya dipindah saja supaya di pintu masuk hanya ada gambar Ibu Mega. Kami tidak ingin kalau baliho masih ada, justru membuat kita akan terpecah belah," kata Tjahjo.

Pantauan detikcom, dengan hilangnya beberapa spanduk Guruh, murni spanduk Mega dan bendera PDIP yang tersebar di titik-titik strategis di Kota Denpasar.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gds/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%