detikcom
Minggu, 04/04/2010 02:42 WIB

Club 'Blowfish' Diserang Puluhan Orang, Ada Suara Tembakan

Anwar Khumaini - detikNews
Foto: Twitter
Jakarta - Puluhan orang tak dikenal menyerang salah satu klub hiburan malam di Jakarta, Club 'Blowfish' yang terletak di Wisma Mulia, Jl Gatot Subroto, Jakarta. Dalam aksi serangan ini, terdengar beberapa kali suara tembakan.

Menurut salah seorang pembaca detikcom yang enggan disebutkan namanya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.40 WIB. "Club 'Blowfish' di Wisma Mulia di serang oleh puluhan orang tak dikenal. Terdengar suara tembakan," demikian kata pembaca detikcom melalui fasilitas Info Anda, Minggu (4/4/2010).

Berdasarkan foto yang beredar di Twitter, Club Blowfish mengalami rusak berat. Kaca-kaca pecah, dan banyak properti yang berserakan.

Tampak pula seseorang yang tersungkur bersimbah darah. Namun belum bisa dipastikan apakah orang tersebut tewas atau masih hidup.

Belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun diduga akibat bentrok antara dua kelompok massa di Jakarta.

Blowfish adalah salah satu tempat hiburan malam di Jakarta.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(anw/anw)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%