detikcom
Rabu, 31/03/2010 12:05 WIB

Pesawat Boeing Nyaris Tabrakan di Udara

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi (AFP)
California - Benar-benar mujur. Sebuah pesawat komersial AS nyaris mengalami kecelakaan di udara. Pesawat Boeing 777-222 yang mengangkut 268 orang itu nyaris saja bertabrakan dengan sebuah pesawat kecil.

Insiden itu dialami pesawat United Airlines bertujuan Beijing, China setelah lepas landas dari Bandara Internasional San Francisco, AS.

Investigator Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS atau National Transportation Safety Board(NTSB) tengah mengarah ke Kota California untuk menyelidiki bagaimana dua pesawat itu nyaris bertabrakan.

Menurut NTSB, pesawat dengan nomor penerbangan 889 itu mengangkut 251 penumpang dan 17 kru. Awalnya pesawat United Airlines itu telah melesat ke atas hingga ketinggian sekitar 335 meter. Saat itulah tiba-tiba alarm peringatan tabrakan berbunyi. Pilot Boeing melihat pesawat kecil pribadi Aeronca 11AC.

Menurut NTSB dalam statemennya, seperti dilansir AFP, Rabu (31/3/2010), sistem pencegahan tabrakan Boeing mengeluarkan peringatan "ADJUST VERTICAL SPEED" atau "Sesuaikan Kecepatan Vertikal" yang diikuti dengan peringatan "DESCEND, DESCEND" atau "Turun, Turun".

Pilot Boeing pun dengan cepat menurunkan ketinggian pesawat dan melihat perut sebuah pesawat kecil di atas pesawat Boeing. Di saat genting tersebut, jarak antara kedua pesawat tersebut diperkirakan 60 hingga 90 meter saja.

Untunglah kecelakaan tersebut bisa dihindari. Pilot Boeing kemudian memberitahu menara pengawas tentang insiden itu dan melanjutkan perjalanan ke Beijing dengan selamat.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%