Kamis, 25/03/2010 14:05 WIB

Gempa Guncang Manila

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Manila - Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter menggguncang Manila, Filipina. Gempa yang berpusat di pantai barat Filipina itu terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

Menurut kepala institut seismologi Filipina, Renato Solidum, gempa tersebut dirasakan cukup kuat di Manila dan menyebabkan para pekerja kantoran berlarian ke luar gedung.

Menurut Solidum, gempa ini juga dirasakan di daerah pingiran kota sekitar Manila. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban ataupun kerusakan akibat gempa.

"Kami masih menunggu laporan di lapangan," kata Solidum seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/3/2010).

Dikatakan Solidum, gempa tersebut berkedalaman 10 kilometer dengan episenter di pantai barat Manila. Para ahli seismologi Filipina menyebut gempa tersebut berkekuatan 6,2 Skala Richter.

Namun badan Survei Geologi AS mencatat gempa tersebut berkekuatan 6,1 Skala Richter dengan kedalaman 72 kilometer dan pusat gempa berlokasi sekitar 137 kilometer barat daya Manila.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%