detikcom
Selasa, 23/03/2010 16:31 WIB

Pabrik Narkoba di Pegadungan

Anthony Widjaya Seorang Diri Produksi Narkoba dan DVD Bajakan

E Mei Amelia R - detikNews
Pabrik narkoba Anthony Widjaya.
Jakarta - Bila semangat kerja yang jadi patokan, maka Anthony Widjaya (48) cukup layak disebut pengusaha yang produktif. Setiap hari seorang diri dia mampu memproduksi puluhan gram bubuk sabu, ratusan butir ekstasi dan puluhan keping DVD bajakan.

Anthony ditangkap di rumah mewah tempat tinggalnya oleh satuan reserse narkoba Polda Metro Jaya dalam sebuah penggrebekan pagi tadi, Selasa (23/3/2010). Lokasinya di Perumahan Citra Garden II Extention, Pegadungan, Kali Deres, Jakarta Barat.

Selain Anthony, tidak didapati orang lain yang tinggal di rumah berlantai dua warna merah muda tersebut. Kondisi interior rumah yang penuh debu dan berantakan menunjukkan kemungkinan besar hanya Anthony Widjaya yang tinggal di situ.

"Saya nggak pernah lihat orang lain selain Pak Anthony di rumah itu. Saya tidak tahu dia pemilik rumah atau hanya kontrak di situ. Dia sudah cerai dari istrinya dan jarang bergaul dengan tetangga," kata Roy, warga yang tinggal persis di seberang rumah Anthony.

Sementara Plh Lurah Pegadungan Agus Triyono mengatakan rumah yang ditempati Anthony merupakan rumah milik Andi Tata yang sudah meninggal. Berdasarkan keterangan RW, Anthony sudah lima tahun tinggal di rumah tersebut.

Fasilitas produksi sabu dan ekstasi berjubel di seluruh kamar tidur dan kamar mandi yang berada di lantai dasar. Sementara di lantai dua, terdapat dua unit PC dan printer yang mampu untuk menggandakan puluhan keping DVD film bajakan per hari.

Sedangkan puluhan kardus dan karung berisi bahan baku dan produk narkoba dan DVD bajakan, bertebaran di hampir seluruh bagian dalam rumah ukuran 45x60 meter persegi itu. Kabel listrik dan sarang laba-laba terlihat berseliweran di plafon rumah.

Untuk mendapatkan bahan baku dan memasarkan hasil produksinya, Anthony yang berperawakan kurus dan nyaris botak itu juga meminimalkan kontak dengan orang yang belum dia kenal. Hanya orang-orang yang sebelumnya telah membuat janji bertemu yang Anthony persilakan masuk rumah.

"Kami menyerbu masuk ketika dia membukakan pintu untuk Leonardi (teman Anthony)," jelas Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Anjan Pramuka Putra di lokasi penggrebekan.

Hasil penelusuran polisi mendapati Leonardi adalah seorang residivis kasus narkoba. Terkait dengan latar belakangnya, pria yang mengendarai mobil dengan nopol DK itu dicurigai polisi sebagai salah seorang pengedar hasil produksi Anthony untuk Bali.

"Dia kita tangkap tapi belum jadi tersangka, sebab barang buktinya kurang," imbuh Anjan.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(lh/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
52%
Kontra
48%