detikcom
Senin, 22/03/2010 16:41 WIB

Jelang Kongres PDIP

Pro Koalisi Ikut Taufiq-Puan, Pro Oposisi Ikut Mega-Prananda

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Situasi politik di internal PDIP menjelang Kongres di Bali kian memanas saja. Dua anak ketua umum PDIP Megawati, Puan Maharani dan Prananda Prabowo diprediksi akan bersimpangan jalan soal bagaimana sebaiknya PDIP ke depan.

"Peta politik PDIP menjelang kongres itu posisi ketua umum sudah selesai, sudah
aklamasi. Tetapi soal siapa penerus, Mega-Prananda sama dengan oposisi, Taufiq-Puan sama dengan Koalisi," kata bapilu PDIP Budi Mulyana kepada detikcom, Senin (22/3/2010).

Menurut Budi, pertarungan yang nyata adalah perebutan Sekjen dan Wakil Ketua Umum. Kedua posisi itu terus diperebutkan dua kubu, pro oposisi dan pro koalisi. "Pertempuran di Waketum dan Sekjen yang ramai. Pro koalisi ikut Puan, pro oposisi ikut Prananda," papar Budi.

Kekuatan kedua kubu ini, menurut Budi, sudah tidak seimbang. Mayoritas pimpinan cabang PDIP, sudah menolak menjadikan partai banteng moncong putih itu bergabung dengan koalisi pemerintahan.

"Peluangnya kalau hari ini, ketua umum sudah menyatakan oposisi. Secara de facto pro koalisi sudah kalah, makanya mereka menggunakan instilah aliansi strategis," jelas
Budi.

"Pro koalisi bersama Pak Taufiq gerakannya ke atas dan ke samping karena ke bawah
tidak bisa," lanjutnya.

Budi mengungkapkan, tim Megawati akan memberi pengarahan sebaik-baiknya kepada pemilik hak suara soal menentukan pilihan beroposisi atau berkolisi. Hal ini sangat penting agar kader PDIP tidak terjebak dengan istilah-istilah tersebut.

"Kita tidak mau ada yang tertipu, karena selama ini kita di bawah sudah susah. Kita tidak mau makin susah," tutupnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/yid)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%