Mega: Sakit Hati Saya PDIP Dianggap Kalah 2 Kali
Minggu, 21/03/2010 12:59 WIB
Jakarta
Megawati juga manusia. Kekalahan PDIP 2 kali dalam pilpres dan pemilu secara beruntutan membuat PDIP jadi bahan ejekan partai lain. Saat mendengar ejekan PDIP kalah 2 kali itu Mega mengaku tersayat hatinya.
"Dua kali kita dikatakan kalah, sakit hati saya mendengarnya. Tapi saya tidak pernah terdera air mata dan menjadi tidak bisa bangkit," kata Megawati.
Mega menyampaikan hal ini dalam pidatonya saat membuka Konferensi Daerah III PDIP DKI Jakarta, di Gedung Hailai, Ancol, Jakarta, Minggu (21/3/2010). Acara itu juga dihadiri Sekjen DPP PDIP Pramono Anung. Namun Taufiq Kiemas tidak tampak hadir.
Menurut istri Ketua MPR Taufiq Kiemas ini, dengan semangat yang tinggi untuk mensejahterakan rakyat, dia tetap bangun dari kegagalan itu. Mega pun menyerukan kepada seluruh kader PDIP untuk tidak putus asa dengan kekalahan, tetapi terus bersemangat sambil merapikan komando dan barisan.
"Boleh saja kita dibilang kalah. Tapi saya bangkit karena roh masih ada. Persoalannya, kader partai harus bisa diorganisasi," tegasnya.
Mega pun membanggakan klaim keberhasilannya memimpin PDIP. Sebab,PDIP sempat dianggap sebagai partai yang tidak beraturan. Tetapi, sekarang ini PDIP membantah semua tuduhan itu.
"Ketika dikatakan kita partai wong cilik, pakai sandal jepit, tidak aturan, sekarang PDIP bisa mengorganisir diri. Mengerti tujuan ke depan karena ideologi kita masih ada," pungkasnya.
(yid/iy)
"Dua kali kita dikatakan kalah, sakit hati saya mendengarnya. Tapi saya tidak pernah terdera air mata dan menjadi tidak bisa bangkit," kata Megawati.
Mega menyampaikan hal ini dalam pidatonya saat membuka Konferensi Daerah III PDIP DKI Jakarta, di Gedung Hailai, Ancol, Jakarta, Minggu (21/3/2010). Acara itu juga dihadiri Sekjen DPP PDIP Pramono Anung. Namun Taufiq Kiemas tidak tampak hadir.
Menurut istri Ketua MPR Taufiq Kiemas ini, dengan semangat yang tinggi untuk mensejahterakan rakyat, dia tetap bangun dari kegagalan itu. Mega pun menyerukan kepada seluruh kader PDIP untuk tidak putus asa dengan kekalahan, tetapi terus bersemangat sambil merapikan komando dan barisan.
"Boleh saja kita dibilang kalah. Tapi saya bangkit karena roh masih ada. Persoalannya, kader partai harus bisa diorganisasi," tegasnya.
Mega pun membanggakan klaim keberhasilannya memimpin PDIP. Sebab,PDIP sempat dianggap sebagai partai yang tidak beraturan. Tetapi, sekarang ini PDIP membantah semua tuduhan itu.
"Ketika dikatakan kita partai wong cilik, pakai sandal jepit, tidak aturan, sekarang PDIP bisa mengorganisir diri. Mengerti tujuan ke depan karena ideologi kita masih ada," pungkasnya.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
