Minggu, 21/03/2010 10:05 WIB

Istri Jenderal Nasution Wafat

Melayat, Boediono Imbau Generasi Muda Teladani Sunarti

Nograhany Widhi K - detikNews
Boediono & Herawati
Jakarta - Wakil Presiden Boedioni melayat istri Jenderal AH Nasution, Johana Sunarti. Bagi Boediono, Sunarti merupakan sosok yang harus diteladani.


Boediono tiba di rumah duka, Jl Menteng 40, Teuku Umar, Jakarta Pusat pukul 09.25 WIB, Minggu (21/3/2010). Boediono yang mengenakan batik coklat didampingi istrinya, Herawati, yang mengenakan blus hitam.

Begitu tiba, Boediono disambut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan istrinya yang datang melayat terlebih dulu. Boediono juga disambut juga oleh putri Sunarti, Hendriyanti Sahara. Boediono hanya sekitar 10 menit berada di rumah duka.

"Ibu itu selain sebagai istri yang setia dari Bapak AH Nasution, juga merupakan tokoh berbagai bidang terutama bidang sosial. Kita ingin generasi muda mengambil contoh," kata Boediono.

Sementara Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo menyatakan, Sunarti telah memberikan amanah agar istri Foke melanjutkan kegiatan di bidang sosial. "Ibu adalah seorang yang penuh dedikasi tinggi dan jiwa sosial yang juga tinggi," kata Foke.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iy/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%