Tukang Bubur Kacang Ijo Dituduh Jual Ganja
Minggu, 21/03/2010 07:41 WIB
Jakarta
Sungguh malang nasih Hamseh (23). Baru saja 2 bulan menginjakkan kaki di ibukota, pria asal Madura ini harus berurusan dengan pihak berwajib. Oleh polisi, Hamseh dipaksa mengaku memiliki 9 paket ganja. Kini Hamseh harus merasakan dinginnya lantai penjara di Polres Jakarta Barat.
"Adik saya dituduh menjual ganja," kata kakak Hamseh, Muhamad Holi di rumah kontrakannya Jl Setia Kawan, Gg Sawo, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (20/3/2010).
Menurut Holi, sebelum ditangkap (22/2/2010) malam, Hamseh sempat bertemu dengan seseorang yang diketahui bernama Hendri tidak jauh dari tempat dia berjualan bubur kacang ijo di belakang Stasiun Pos Duri, Tambora. Pertemuan dilakukan karena Hendri mau membayar hutang ke Hamseh.
Setelah menerima uang tersebut, Hamseh langsung meninggalkan Hendri karena ingin berjualan kembali. "Baru dua langkah, Hamseh ditimpuk kaleng dan dompet, setelah itu langsung ditangkap karena ada 9 paket ganja di dalam dompet," ungkapnya.
Holi yakin kalau adiknya bukanlah seorang pemakai apalagi penjual narkoba. Kedatangan Hamseh ke Jakarta hanya untuk berjualan. Apalagi dengan pendapatan Rp 20 ribu-Rp 40 ribu sehari tidak mungkin digunakan untuk membeli barang terlarang tersebut.
"Pendapatan sehari-hari paling cukup untuk makan," katanya lirih.
Selama 1 bulan mendekam di tahanan, kata Holi, Hamseh belum pernah memberikan keterangan karena yakin tidak memiliki ganja. BAP yang ada semuanya dibuat oleh polisi sendiri. "Pemeriksaan yang buat polisi, adik saya tidak mau," tuturnya.
Saat ini Holi hanya berharap adiknya bisa bebas. Sebagai orang yang buta akan hukum Holi meminta agar pihak berwajib dapat berlaku adil. "Saya minta keadilan kalau adik saya tidak bersalah tolong dibebaskan," tandasnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi Kapolsek Metro Tambora Kompol Ade Harianto membantah adanya rekayasa kasus yang dilakukan oleh anggotanya. "Tidak ada rekayasa info dari warga, saat ditangkap ditemukan 9 paket ganja," katanya.
Selain barang bukti ganja menurut Ade, polisi juga menyita telpon genggam dari tangan tersangka. Diketahui ada 3 pesan singkat yang berisi pemesan 5 paket ganja. "Sebelum dan sesudah tertangkap ada sms yang memesan ganja," imbuhnya sambil memperlihatkan isi pesan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Boy Rafli Amar menambahkan, berdasarkan keterangan tersangka 9 paket ganja tersebut adalah sisa ganja yang dibeli dari Hendri. "Saat membeli ada 10 paket, 1 paket sudah dipakai sisanya akan dijual Rp 15 ribu," kata Boy.
Menurut Ade, kasus ini dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke pengadilan. Ada atau tidaknya rekayasa Ade meminta agar dibuktikan di pengadilan. "Ada rekayasa atau tidak silahkan buktikan di persidangan. Kita murni menegakan hukum," tandasnya.
(did/ape)
"Adik saya dituduh menjual ganja," kata kakak Hamseh, Muhamad Holi di rumah kontrakannya Jl Setia Kawan, Gg Sawo, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (20/3/2010).
Menurut Holi, sebelum ditangkap (22/2/2010) malam, Hamseh sempat bertemu dengan seseorang yang diketahui bernama Hendri tidak jauh dari tempat dia berjualan bubur kacang ijo di belakang Stasiun Pos Duri, Tambora. Pertemuan dilakukan karena Hendri mau membayar hutang ke Hamseh.
Setelah menerima uang tersebut, Hamseh langsung meninggalkan Hendri karena ingin berjualan kembali. "Baru dua langkah, Hamseh ditimpuk kaleng dan dompet, setelah itu langsung ditangkap karena ada 9 paket ganja di dalam dompet," ungkapnya.
Holi yakin kalau adiknya bukanlah seorang pemakai apalagi penjual narkoba. Kedatangan Hamseh ke Jakarta hanya untuk berjualan. Apalagi dengan pendapatan Rp 20 ribu-Rp 40 ribu sehari tidak mungkin digunakan untuk membeli barang terlarang tersebut.
"Pendapatan sehari-hari paling cukup untuk makan," katanya lirih.
Selama 1 bulan mendekam di tahanan, kata Holi, Hamseh belum pernah memberikan keterangan karena yakin tidak memiliki ganja. BAP yang ada semuanya dibuat oleh polisi sendiri. "Pemeriksaan yang buat polisi, adik saya tidak mau," tuturnya.
Saat ini Holi hanya berharap adiknya bisa bebas. Sebagai orang yang buta akan hukum Holi meminta agar pihak berwajib dapat berlaku adil. "Saya minta keadilan kalau adik saya tidak bersalah tolong dibebaskan," tandasnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi Kapolsek Metro Tambora Kompol Ade Harianto membantah adanya rekayasa kasus yang dilakukan oleh anggotanya. "Tidak ada rekayasa info dari warga, saat ditangkap ditemukan 9 paket ganja," katanya.
Selain barang bukti ganja menurut Ade, polisi juga menyita telpon genggam dari tangan tersangka. Diketahui ada 3 pesan singkat yang berisi pemesan 5 paket ganja. "Sebelum dan sesudah tertangkap ada sms yang memesan ganja," imbuhnya sambil memperlihatkan isi pesan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Boy Rafli Amar menambahkan, berdasarkan keterangan tersangka 9 paket ganja tersebut adalah sisa ganja yang dibeli dari Hendri. "Saat membeli ada 10 paket, 1 paket sudah dipakai sisanya akan dijual Rp 15 ribu," kata Boy.
Menurut Ade, kasus ini dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke pengadilan. Ada atau tidaknya rekayasa Ade meminta agar dibuktikan di pengadilan. "Ada rekayasa atau tidak silahkan buktikan di persidangan. Kita murni menegakan hukum," tandasnya.
(did/ape)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
