Menag: Ponpes Bukan Penyuplai Teroris
Jumat, 19/03/2010 20:37 WIB
Jakarta
Anggapan sebagian kalangan bahwa pondok pesantren di Indonesia 'memproduksi' teroris dibantah keras Menteri Agama Suryadharma Ali. Ponpes bukanlah penyuplai para pembom bunuh diri tersebut.
"Jangan salah, bukan pondok pesantren menyuplai," kata Suryadharma di sela-sela mendampingi Wakil Presiden Boediono meninjau pembangkit listrik tenaga sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (19/3/2010).
Namun, lanjut Suryadharma, para teroris selalu mencari kesempatan untuk bisa masuk ke dalam pesantren serta perguruan tinggi untuk memperbanyak pengikut. Biasanya, santri atau mahasiswa yang terbujuk adalah mereka yang sedang mencari jati diri.
"Sasarannya adalah kelompok massa yang masih cari bentuk, itu adalah pelajar dan santri. Karenanya mereka mendekati perguruan tinggi dan ponpes," jelas politisi PPP ini.
Suryadharma berpandangan, ponpes tidak perlu dikhawatirkan terkait dengan maraknya pelaku teroris yang ditangkap akhir-akhir ini. Sebab, pemahaman agama para santri cukup dalam dan umumnya mereka belajar berbagai macam mazab.
"Jadi ada aneka pemikiran yang beda, mereka telah biasa. Toleransinya tinggi. Tapi yang ikut teroris ini padangannya satu, mereka tidak toleran dengan pandangan-pandangan yang berbeda. Kadang dari sisi salat berjamah, mereka tidak bisa dengan yang lain," ucapnya.
Bagaimana dengan di kampus? "Ya, kita tentu berharap dosen, rektor, untuk menjaga (mahasiswanya)," harap Suryadhama.
(irw/mok)
"Jangan salah, bukan pondok pesantren menyuplai," kata Suryadharma di sela-sela mendampingi Wakil Presiden Boediono meninjau pembangkit listrik tenaga sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (19/3/2010).
Namun, lanjut Suryadharma, para teroris selalu mencari kesempatan untuk bisa masuk ke dalam pesantren serta perguruan tinggi untuk memperbanyak pengikut. Biasanya, santri atau mahasiswa yang terbujuk adalah mereka yang sedang mencari jati diri.
"Sasarannya adalah kelompok massa yang masih cari bentuk, itu adalah pelajar dan santri. Karenanya mereka mendekati perguruan tinggi dan ponpes," jelas politisi PPP ini.
Suryadharma berpandangan, ponpes tidak perlu dikhawatirkan terkait dengan maraknya pelaku teroris yang ditangkap akhir-akhir ini. Sebab, pemahaman agama para santri cukup dalam dan umumnya mereka belajar berbagai macam mazab.
"Jadi ada aneka pemikiran yang beda, mereka telah biasa. Toleransinya tinggi. Tapi yang ikut teroris ini padangannya satu, mereka tidak toleran dengan pandangan-pandangan yang berbeda. Kadang dari sisi salat berjamah, mereka tidak bisa dengan yang lain," ucapnya.
Bagaimana dengan di kampus? "Ya, kita tentu berharap dosen, rektor, untuk menjaga (mahasiswanya)," harap Suryadhama.
(irw/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
