Meski Ditunda, Mahasiswa Yogya Tetap Demo Tolak Kedatangan Obama
Jumat, 19/03/2010 14:10 WIB
Yogyakarta
Penundaan jadwal kedatangan Presiden AS, Barrack Obama ke Indonesia tak mengubah sikap sejumlah mahasiswa di Yogyakarta. Mereka tetap berunjuk rasa menolak kedatangan Obama dan meminta Indonesia tak terlalu tunduk dengan AS.
Unjuk rasa para mahasiswa dari berbagai elemen itu digelar di Bundaran Kamus Universitas Gadja Mada (UGM), Bulaksmur, Yogyakarta, Jumat (19/3/2010). Aksi itu antara lain diikuti perwakilan mahasiswa UGM, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan perguruan tinggi lainnya.
Salah seorang koordinator aksi, Aza Munadiyan, dalam orasinya meminta pemerintah jangan terlalu mengistimewakan penyambutan Obama. Kedatangan Obamanya hendaknya dijadikan momentum terciptanya hubungan bilateral yang sejajar antara Indonesia dan AS.
"Tidak seperti sekarang ini, Indonesia terlalu tunduk pada AS. Seolah-olah AS itu sebagai tuan dan Indonesia adalah pelayannya," katanya.
Menurut Aza, kebijakan pemerintah Indonesia sebagian besar hanyalah kebijakan pesanan asing sehingga mengesampingkan kepentingan rakyat Indonesia. Kebijakannya lebih banyak untuk melindungi kepentingan asing di Indonesia seperti di Freeport Papua dan daerah-daerah lainnya.
"Meski ditunda, kami menolak kedatangan presiden AS itu kalau hanya menguntungkan pihak asing saja," kata Aza.
Unju rasa ini tidak mendapatkan pengawasan ketat polisi. Sejumlah anggota Polres Sleman hanya berjaga di dekat pos polisi lalu-lintas yang ada di sisi timur Bundaran UGM.
(bgs/djo)
Unjuk rasa para mahasiswa dari berbagai elemen itu digelar di Bundaran Kamus Universitas Gadja Mada (UGM), Bulaksmur, Yogyakarta, Jumat (19/3/2010). Aksi itu antara lain diikuti perwakilan mahasiswa UGM, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan perguruan tinggi lainnya.
Salah seorang koordinator aksi, Aza Munadiyan, dalam orasinya meminta pemerintah jangan terlalu mengistimewakan penyambutan Obama. Kedatangan Obamanya hendaknya dijadikan momentum terciptanya hubungan bilateral yang sejajar antara Indonesia dan AS.
"Tidak seperti sekarang ini, Indonesia terlalu tunduk pada AS. Seolah-olah AS itu sebagai tuan dan Indonesia adalah pelayannya," katanya.
Menurut Aza, kebijakan pemerintah Indonesia sebagian besar hanyalah kebijakan pesanan asing sehingga mengesampingkan kepentingan rakyat Indonesia. Kebijakannya lebih banyak untuk melindungi kepentingan asing di Indonesia seperti di Freeport Papua dan daerah-daerah lainnya.
"Meski ditunda, kami menolak kedatangan presiden AS itu kalau hanya menguntungkan pihak asing saja," kata Aza.
Unju rasa ini tidak mendapatkan pengawasan ketat polisi. Sejumlah anggota Polres Sleman hanya berjaga di dekat pos polisi lalu-lintas yang ada di sisi timur Bundaran UGM.
(bgs/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
