Seekor Harimau Jantan Tewas Terjerat di Riau
Jumat, 19/03/2010 01:47 WIB
pekanbaru
Lagi kabar kematian harimau kembali terjadi di Riau. Kali ini harimau jantan dewasa mati terjerat di Desa Sungai Rabit Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.
Seorang pekerja di perkebunan karet yang tak jauh dari desa tersebut, Sulminan Rintonga kepada detikcom Jumat (19/03/2010) menyebut, bahwa harimau mati ketika masuk pada perangkap jerat babi yang dipasang warga desa setempat.
Harimau jantan dengan ukuran badan panjang 2 meter tersebut, kondisinya kini sudah dikuliti warga desa setempat.
"Kita tidak tahu pasti kapan harimau itu terjerat. Namun kita melihat di salah satu rumah warga tengah menjemur kulit harimau tersebut. Kalau melihat dari kondisinya, kayaknya harimau itu belum matinya, karena masih terlihat bercak-bercak darah dikulitnya,” kata Sulminan.
Sementara itu, Koordinator Yayasan Alam Sumatera (Yasa), Johny S Mundung ketika dikonfirmasi detikcom, membenarkan kabar adanya harimau mati tersebut. Dia menyebut, harimau itu diperkirakan datang dari hutan marga satwa Kerumutan.
Harimau keluar dari habitatnya, kata Mundung, disebabkan, disebelah kawasan hutan marga satwa ada pembabatan hutan untuk dijadikan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk kepentingan perusahaan bubur kertas.
Dimana, kata Mundung, pemerintah memberikan izin HTI kepada PT Sumatera Riang Lestari (SRL) perusahaan yang bekerjasama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) milik taipan Sukanto Tanoto.
"Kami menduga, mengapa harimau keluar dari habitatnya, itu tidak lain karena terusik adanya pembukaan hutan oleh PT SRL yang letaknya persis berbatasan dengan kawasan hutan marga satwa. Bagaimana pun lokasi HTI milik perusahaan itu merupakan wilayah jelajah harimau," kata Mundung.
Menurut Mundung, pihaknya selama ini sudah pernah melaporkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, di Pekanbaru soal warga adanya harimau masuk ke pemukiman penduduk setempat. Malah diperkirakan, ada tujuh ekor harimau yang sering bermain di halaman rumah penduduk.
“Kita sudah pernah melaporkan masalah ini ke BBKSDA, namun belum ada tindakan nyata. Sekarang kita juga menerima kabar seekor harimau jantan mati karena terjerat. Kita perkirakan harimau yang mati itu adalah harimau yang selama ini memasuki pemukiman penduduk," kata Mundung.
(cha/anw)
Seorang pekerja di perkebunan karet yang tak jauh dari desa tersebut, Sulminan Rintonga kepada detikcom Jumat (19/03/2010) menyebut, bahwa harimau mati ketika masuk pada perangkap jerat babi yang dipasang warga desa setempat.
Harimau jantan dengan ukuran badan panjang 2 meter tersebut, kondisinya kini sudah dikuliti warga desa setempat.
"Kita tidak tahu pasti kapan harimau itu terjerat. Namun kita melihat di salah satu rumah warga tengah menjemur kulit harimau tersebut. Kalau melihat dari kondisinya, kayaknya harimau itu belum matinya, karena masih terlihat bercak-bercak darah dikulitnya,” kata Sulminan.
Sementara itu, Koordinator Yayasan Alam Sumatera (Yasa), Johny S Mundung ketika dikonfirmasi detikcom, membenarkan kabar adanya harimau mati tersebut. Dia menyebut, harimau itu diperkirakan datang dari hutan marga satwa Kerumutan.
Harimau keluar dari habitatnya, kata Mundung, disebabkan, disebelah kawasan hutan marga satwa ada pembabatan hutan untuk dijadikan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk kepentingan perusahaan bubur kertas.
Dimana, kata Mundung, pemerintah memberikan izin HTI kepada PT Sumatera Riang Lestari (SRL) perusahaan yang bekerjasama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) milik taipan Sukanto Tanoto.
"Kami menduga, mengapa harimau keluar dari habitatnya, itu tidak lain karena terusik adanya pembukaan hutan oleh PT SRL yang letaknya persis berbatasan dengan kawasan hutan marga satwa. Bagaimana pun lokasi HTI milik perusahaan itu merupakan wilayah jelajah harimau," kata Mundung.
Menurut Mundung, pihaknya selama ini sudah pernah melaporkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, di Pekanbaru soal warga adanya harimau masuk ke pemukiman penduduk setempat. Malah diperkirakan, ada tujuh ekor harimau yang sering bermain di halaman rumah penduduk.
“Kita sudah pernah melaporkan masalah ini ke BBKSDA, namun belum ada tindakan nyata. Sekarang kita juga menerima kabar seekor harimau jantan mati karena terjerat. Kita perkirakan harimau yang mati itu adalah harimau yang selama ini memasuki pemukiman penduduk," kata Mundung.
(cha/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
