detikcom
Senin, 15/03/2010 19:57 WIB

Eks Anggota JI Perlu Dilibatkan Dalam Deradikalisasi Pesantren

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Pemerintah tidak menutup mata ada kemungkinan pesantren yang punya afiliasi dengan gerakan terorisme. Upaya penyadaran melalui dialog dan materi pengajaran menjadi langkah deradikalisasi yang pemerintah akan tempuh.

"Secara pasti saya belum tahu, tapi itu sesuatu yang mungkin. Tak boleh juga kita menutup mata dari informasi misal ada ponpes sudah berafiliasi ke terorisme," kata Menag Suryadharma Ali seusai sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/3/2010).

Dia menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban mencermati informasi mengenai aktifitas terorisme. Tidak terkecuali informasi dari Sidney Jones yang menyebut ada pondok pesantren berafiliasi dengan terorisme tertentu.

"Sebab kalau dibiarkan berkembang, itu yang rugi Islam. Atas nama Islam melakukan kekerasan dan merugikan masyarakat, itu mengotori Islam," tegas Menag.

Upaya pengawasan dan deradikalisasi pesantren sudah pasti tidak dilakukan secara represif. Melainkan melalui pendekatan persuasif seperti dialog rutin tentang masalah jihad dan lain sebagainya dengan melibatkan para mantan anggota kelompok terorisme yang telah sadar.

"Dialog itu merubah cara berpikir. Saya kira bagus dilibatkan mantan anggota JI yang sudah sadar dalam proses penyadaran mereka yang memiliki pemahaman radikal," ujar Menag.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%